Insentif Linmas Pekon Banyuwangi Mulai Dibayarkan, Kecamatan Pastikan Cek Lapangan
FAKTANOW.pro, Pringsewu – Polemik keterlambatan pembayaran insentif anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, mulai menemui titik terang. Setelah sebelumnya dikeluhkan belum dibayarkan hingga memasuki tahun 2026, pihak kecamatan menyebut proses pembayaran kini telah mulai direalisasikan oleh pemerintah pekon, Rabu (29/04/2026).
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Camat Banyumas, Zainal Abidin, saat dikonfirmasi terkait tindak lanjut pemberitaan mengenai keluhan para anggota Linmas.
“Kemarin Kasi Trantib sudah koordinasi dengan pihak Pekon Banyuwangi. Informasi dari pihak pekon, hari kemarin insentif Linmas sudah mulai dibayarkan. Nanti kami cek lagi,” ujar Zainal Abidin.
Sebelumnya, sejumlah anggota Linmas di Pekon Banyuwangi menyuarakan keluhan terkait insentif tahun anggaran 2025 yang belum mereka terima secara penuh. Mereka mengaku telah menunggu hampir satu tahun tanpa adanya kepastian pembayaran.
Berdasarkan data yang dihimpun, besaran insentif Linmas di pekon tersebut mencapai Rp100 ribu per bulan untuk setiap anggota. Dengan jumlah personel sekitar 10 orang, total anggaran yang dialokasikan dalam satu tahun diperkirakan mencapai Rp12 juta.
Keterlambatan pembayaran tersebut sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan anggota Linmas, mengingat insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat.
Linmas sendiri memiliki fungsi strategis di tingkat pekon/desa, mulai dari membantu pengamanan kegiatan masyarakat, menjaga ketertiban umum, hingga terlibat dalam kegiatan sosial dan penanganan situasi darurat.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, pihak Kecamatan Banyumas sebelumnya menyatakan akan turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya serta menelusuri penyebab keterlambatan.
Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari pengawasan serta memastikan bahwa hak para anggota Linmas dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepala Pekon Banyuwangi belum memberikan keterangan resmi terkait detail realisasi pembayaran maupun alasan keterlambatan yang sempat terjadi.
Pihak kecamatan memastikan akan terus melakukan pengecekan lanjutan guna memastikan proses pembayaran benar-benar berjalan dan diterima oleh seluruh anggota Linmas yang berhak.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah pekon dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi. Transparansi dinilai penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran desa.
Prinsip akuntabilitas dalam penggunaan dana desa maupun anggaran pekon menjadi sorotan, terutama dalam hal pemenuhan hak aparatur pendukung seperti Linmas.
Dengan adanya informasi bahwa pembayaran telah mulai dilakukan, para anggota Linmas kini berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan secara menyeluruh tanpa kendala lanjutan.
FAKTANOW.pro akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak Pekon Banyuwangi serta instansi terkait lainnya guna memastikan perkembangan terbaru, sebagai bagian dari penyajian informasi yang berimbang sesuai kode etik jurnalistik.
Penulis: (Iskandar)
