FPK Pringsewu Susun Program Kebangsaan Strategis 2026


Ketua FPK Pringsewu bersama perwakilan Kesbangpol saat rapat kerja penyusunan program FPK Tahun 2026 di Pringsewu, Kamis (21/5/2026).

FAKTANOW.pro, Pringsewu
 – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Pringsewu menggelar rapat kerja penyusunan program tahun 2026 guna memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas daerah, serta meningkatkan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Yayasan Al-Insan TK/Play Group Insan Cemerlang Pringsewu, Kamis (21/5/2026).

Rapat kerja tersebut dihadiri jajaran pengurus FPK Kabupaten Pringsewu bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pringsewu. Hadir dalam kegiatan itu Ketua FPK Kabupaten Pringsewu, Drs. H. Wanawir, AM., MM., M.Pd., Wakil Ketua FPK H. Bahrun Ulia, serta Hafiz Ramadhon, Betty, dan Pak Suhar dari Kesbangpol Pringsewu.


Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah kebijakan organisasi guna memperkuat pembauran kebangsaan dan membangun komunikasi sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui rapat kerja tersebut, FPK Pringsewu berupaya memastikan seluruh program kerja tahun 2026 tersusun secara matang, terarah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.


Ketua FPK Kabupaten Pringsewu, Drs. H. Wanawir, AM., MM., M.Pd., mengatakan bahwa penyusunan program kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan mempererat persatuan masyarakat.


Menurutnya, FPK memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi antarwarga dari berbagai latar belakang suku, budaya, adat istiadat, dan agama yang ada di Kabupaten Pringsewu.


"FPK harus menjadi wadah yang mampu menjaga nilai persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat. Program kerja yang disusun harus menyentuh kebutuhan masyarakat serta mampu menjadi solusi dalam menjaga keharmonisan daerah," ujarnya.


Dalam rapat kerja tersebut, pengurus FPK juga memantapkan berbagai program sosialisasi pembauran kebangsaan yang bertujuan menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan suku, adat istiadat, budaya, maupun latar belakang sosial lainnya.


Para peserta rapat menilai bahwa perbedaan merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Semangat Bhinneka Tunggal Ika dinilai harus terus diperkuat melalui berbagai program pembinaan dan edukasi kepada masyarakat.


Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pringsewu melalui Faridz Ramadan, M.A.P., selaku Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Idwasbang), memberikan pembekalan terkait penggunaan anggaran hibah agar sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).


Faridz menjelaskan bahwa penggunaan anggaran hibah harus disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) FPK, sekaligus mendukung program pembangunan daerah sesuai visi dan misi Bupati Pringsewu.

"Program hibah harus digunakan sesuai juklak dan juknis, serta mendukung tupoksi FPK dalam memperkuat pembauran kebangsaan dan pembangunan daerah," katanya.

Selain memberikan arahan mengenai penggunaan anggaran hibah, pihak Kesbangpol juga mendorong agar program pembauran kebangsaan tidak hanya menyasar organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pengurus FPK, tetapi mulai diperluas ke sektor pendidikan.

Menurut Faridz, pendidikan mengenai pentingnya keberagaman dan toleransi perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai langkah strategis dalam memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

"Tahun ini pembinaan juga akan masuk ke dunia pendidikan, mulai PAUD, SD, hingga SMP, agar pemahaman tentang pentingnya keberagaman dan persatuan dapat ditanamkan sejak dini," ujarnya.

Program tersebut dinilai penting mengingat generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga persatuan bangsa di masa mendatang. Dengan adanya pendidikan toleransi sejak dini, diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling menghargai perbedaan.

Pemerintah daerah juga disebut mendukung penuh kegiatan FPK karena memiliki kontribusi nyata dalam menjaga kerukunan masyarakat dan memperkuat wawasan kebangsaan di Kabupaten Pringsewu.

"Program yang dirancang diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi antarwarga," tambah Faridz.

Selain membahas agenda strategis tahun 2026, rapat kerja tersebut juga menjadi wadah menyerap berbagai saran dan masukan dari peserta yang hadir. Kegiatan berlangsung dengan lancar dalam suasana penuh kebersamaan, saling mendengar, dan mengakomodasi berbagai pendapat yang disampaikan peserta rapat.

Masukan tersebut di antaranya datang dari pihak Kesbangpol Kabupaten Pringsewu yang diwakili Hafiz Ramadhon, Betty, dan Pak Suhar guna memperkuat pelaksanaan program pembauran kebangsaan di daerah.

Rapat kerja ini juga merupakan tindak lanjut dari rapat persiapan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 9 Februari 2026 lalu. Melalui tahapan tersebut, FPK Kabupaten Pringsewu berharap program kerja yang disusun benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai persatuan dan toleransi di Kabupaten Pringsewu.

Wakil Ketua FPK Kabupaten Pringsewu, H. Bahrun Ulia, menegaskan bahwa keberagaman harus dijadikan kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“Perbedaan bukan menjadi penghalang persatuan, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Kami berharap nilai toleransi dan kebangsaan semakin kuat di Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.

Penulis: ((Anjai Viky).