Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Barat Daya Larantuka
FaktaNow.pro, Larantuka – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,5 di wilayah Barat Daya Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (31/05/2026) dini hari. Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui unggahan resmi akun media sosial @infoBMKG sekitar pukul 02.43 WIB.
Berdasarkan data awal BMKG, gempa terjadi pada pukul 02:39:11 WIB dengan lokasi berada di koordinat 8.69 Lintang Selatan dan 122.72 Bujur Timur, atau sekitar 50 kilometer Barat Daya Larantuka, NTT. Sementara itu, kedalaman gempa tercatat mencapai 94 kilometer.
Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data yang tersedia masih dapat mengalami perubahan seiring kelengkapan hasil pengolahan data lanjutan.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam unggahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Selain itu, gempa berkekuatan kecil tersebut juga belum dilaporkan menimbulkan potensi tsunami.
Wilayah Nusa Tenggara Timur memang dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan posisi geografis wilayah tersebut berada di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif yang kerap memicu terjadinya gempa bumi, baik dalam skala kecil maupun besar.
Meski berkekuatan relatif kecil, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama kabar yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi terpercaya guna menghindari kepanikan akibat informasi hoaks.
Sejumlah warga di sekitar wilayah Flores Timur mengaku tidak terlalu merasakan getaran gempa tersebut karena kedalamannya cukup dalam. Namun demikian, aktivitas masyarakat pada Minggu dini hari tetap berlangsung normal dan tidak terjadi kepanikan berarti.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga terus memantau situasi pasca gempa untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai gangguan fasilitas umum maupun aktivitas pelayanan publik akibat peristiwa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan gempa. Selain itu, masyarakat juga diingatkan pentingnya memahami langkah mitigasi bencana, seperti mengetahui jalur evakuasi dan titik aman apabila sewaktu-waktu terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.
Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Barat Daya Larantuka ini kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik atau Ring of Fire, sehingga aktivitas seismik dapat terjadi kapan saja.
Dok. FAKTANOW.pro | Minggu, 31 Mei 2026.
Penulis: (Iskandar).