Lampu Gantung Super Antik Viral, Diduga Peninggalan Puluhan Tahun
Lampu berbahan logam dengan kaca berbentuk oval itu diketahui masih dalam kondisi utuh meski terlihat telah dimakan usia. Pada bagian atas lampu tampak tulisan “JOSEPH RUTE”, sementara di bagian batang penyangga terdapat cap timbul yang mengindikasikan produk lama atau produksi era terdahulu.
Dari hasil penelusuran sementara serta keterangan sejumlah kolektor barang antik, lampu tersebut diduga merupakan jenis lampu minyak tanah gantung yang umum digunakan masyarakat Indonesia sebelum listrik masuk ke wilayah pedesaan secara merata.
Model seperti itu banyak dipakai sekitar tahun 1950 hingga 1970-an, bahkan beberapa jenis tertentu disebut telah beredar sejak masa kolonial. Lampu gantung tersebut biasanya digunakan di ruang tamu rumah tradisional, teras, gardu ronda, hingga rumah perkebunan pada malam hari.
Keunikan lampu antik ini terletak pada desain pegangan melengkung berbahan logam, kaca pelindung tebal, serta ornamen ukiran sederhana yang kini sudah jarang ditemukan pada produk modern.
Salah seorang pecinta barang lawas di Lampung. Ajo mengatakan bahwa keberadaan lampu model lama masih cukup diminati kolektor karena memiliki nilai estetika dan sejarah. Untuk Lampung ini adalah salah satu peninggalan nenek moyang turun temukan salah satunya saya, Esktimasi perkiraan lagi dijaman belanda.
"Kalau barangnya asli dan komponennya masih lengkap, biasanya dicari kolektor. Apalagi kalau kaca dan cap mereknya masih utuh," ujarnya saat dimintai tanggapan, Kamis (28/05/2026).
Menurutnya, harga jual lampu antik sangat bergantung pada kondisi fisik, tingkat kelangkaan, serta keaslian material. Barang yang masih berfungsi normal dan belum mengalami banyak perubahan umumnya memiliki nilai lebih tinggi.
Untuk kategori standar, lampu gantung klasik seperti itu diperkirakan memiliki harga mulai ratusan ribu rupiah. Namun apabila masuk kategori langka dan diburu kolektor, nilainya dapat mencapai jutaan rupiah.
Selain bernilai ekonomi, keberadaan benda-benda lawas seperti lampu minyak gantung juga dianggap sebagai bagian dari perjalanan sejarah kehidupan masyarakat tempo dulu. Di masa sebelum penerangan modern berkembang, lampu berbahan minyak tanah menjadi kebutuhan utama warga untuk beraktivitas pada malam hari.
Tidak sedikit masyarakat yang kini mulai mengoleksi perabot kuno sebagai dekorasi rumah bernuansa vintage maupun klasik. Barang antik dinilai mampu menghadirkan kesan artistik sekaligus menyimpan cerita dari masa lampau.
Fenomena viralnya lampu gantung kuno tersebut juga memunculkan beragam komentar dari pengguna media sosial. Sebagian mengaku teringat suasana rumah nenek pada zaman dahulu, sementara lainnya menyebut desain lampu klasik memiliki daya tarik tersendiri dibanding produk modern masa kini.
Meski demikian, pemerhati barang antik mengingatkan masyarakat agar berhati-hati sebelum menjual benda lama yang dimiliki. Pasalnya, beberapa barang peninggalan keluarga terkadang memiliki nilai sejarah maupun nilai koleksi yang cukup tinggi.
Masyarakat juga disarankan untuk tidak melakukan pengecatan ulang secara berlebihan karena dapat mengurangi nilai keaslian barang. Perawatan ringan seperti membersihkan debu, menghilangkan karat secara perlahan, dan menjaga bagian kaca tetap utuh dinilai lebih baik untuk mempertahankan karakter antiknya.
Hingga kini, lampu gantung klasik tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan pecinta barang tempo dulu. Bentuknya yang unik dan nuansa lawas yang kuat membuat benda penerangan jadul itu kembali mencuri perhatian publik di tengah era modern serba digital.
Penulis: (Iskandar).
