Polres Pidie Perkuat Ketahanan Pangan Petani

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana bersama Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar menyerahkan bantuan bibit jagung, pupuk, dan traktor kepada petani milenial di Kecamatan Delima guna mendukung program ketahanan pangan Kabupaten Pidie.

FAKTANOW.pro, Pidie –
Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor di daerah. Salah satunya terlihat di Kabupaten Pidie, Aceh, saat Polres Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie menyalurkan bantuan bibit jagung, pupuk, hingga alat pertanian kepada kelompok Petani Muda Milenial dalam kegiatan penanaman jagung bersama di Gampong Cut, Kecamatan Delima, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan hasil sinergi Petani Muda Aceh bersama Polda Aceh. Program ini bertujuan mendorong peningkatan produksi pertanian masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kabupaten Pidie.

Kapolres Pidie, Jaka Mulyana, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar. Turut hadir unsur Muspika Kecamatan Delima, perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, personel Koramil 03 Delima, kelompok tani, serta jajaran personel Polres Pidie.

Dalam kesempatan itu, Polres Pidie menyerahkan bantuan pertanian secara simbolis berupa 160 kilogram bibit jagung merek SEGE 01, tujuh sak pupuk Ponska, tujuh sak pupuk urea, dan dua unit traktor. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengelolaan lahan pertanian seluas 10 hektare yang akan ditanami jagung oleh kelompok tani di Kecamatan Delima.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung di area pertanian Gampong Cut dan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis. Kapolres Pidie bersama Wakil Bupati Pidie, unsur Muspika, dan perwakilan kelompok tani turut turun ke lahan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk komitmen institusi kepolisian dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan stabilitas daerah.

Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan sektor pertanian modern. Karena itu, dukungan terhadap petani milenial perlu terus diperkuat melalui penyediaan sarana produksi pertanian, pendampingan, serta pengembangan pola tanam yang efektif dan berkelanjutan.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, khususnya generasi muda tani, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Pidie semakin kuat,” ujar AKBP Jaka Mulyana di sela kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam mewujudkan hasil pertanian yang optimal.

Selain itu, dukungan alat pertanian seperti traktor diharapkan mampu membantu petani mempercepat proses pengolahan lahan. Penggunaan teknologi dan alat modern dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi kerja petani, terutama di tengah tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polres Pidie dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi contoh positif dalam membangun kemandirian pangan masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Pidie. Karena itu, dukungan terhadap petani harus terus ditingkatkan agar hasil pertanian semakin maksimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan kelompok tani yang hadir. Para petani berharap bantuan bibit, pupuk, dan alat pertanian itu dapat membantu meningkatkan hasil panen jagung di wilayah mereka.

Selain mendukung produktivitas pertanian, program tersebut juga dinilai mampu memotivasi generasi muda untuk lebih aktif mengembangkan sektor pertanian modern. Selama ini, sebagian petani muda menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga minimnya sarana produksi pertanian.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan aparat keamanan, para petani optimistis pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan lebih maksimal. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kelompok tani di Kabupaten Pidie.

Di sisi lain, pengembangan pertanian jagung dinilai memiliki potensi ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Selain menjadi salah satu komoditas pangan penting, jagung juga memiliki nilai jual yang stabil dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri maupun pakan ternak.

Melalui program ini, Polres Pidie bersama pemerintah daerah berharap pemanfaatan lahan tidur atau lahan produktif yang belum optimal dapat terus ditingkatkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Sebagai tindak lanjut, Polres Pidie akan terus melakukan koordinasi bersama Muspika Kecamatan Delima, penyuluh pertanian, dan kelompok tani guna memantau perkembangan program pertanian tersebut. Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar proses penanaman hingga panen dapat berjalan sesuai target.

Program kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Pidie. Dukungan terhadap petani muda juga menjadi bagian penting dalam regenerasi sektor pertanian agar tetap berkembang di masa mendatang.(Ril).