Waspada Hantavirus, RS Bhayangkara Palembang Ingatkan Masyarakat


FAKTANOW.pro, Palembang
– Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus, penyakit menular yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan dapat membahayakan kesehatan manusia apabila tidak ditangani dengan baik. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami bahaya penularan virus serta langkah pencegahan yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Karumkit Bhayangkara M Hasan Palembang, Budi Susanto, menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan virus yang dapat menular melalui urine, kotoran, air liur, maupun debu yang telah terkontaminasi oleh tikus. Penularannya tidak selalu melalui gigitan tikus, melainkan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang mengandung virus dari lingkungan yang kotor atau lembap.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang kurang bersih menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko penyebaran Hantavirus. Oleh sebab itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kebersihan rumah, gudang penyimpanan, area dapur, hingga tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus. Edukasi mengenai bahaya Hantavirus dinilai penting agar masyarakat tidak menganggap sepele keberadaan hewan pengerat di lingkungan sekitar.

“Pencegahan paling efektif dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan membatasi kemungkinan tikus berkembang biak di sekitar tempat tinggal,” ujar dr. Budi Susanto dalam keterangannya.

Ia menambahkan, gejala Hantavirus perlu dikenali sejak dini agar penanganan medis dapat segera dilakukan. Beberapa tanda yang umum muncul di antaranya demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, batuk, hingga sesak napas. Gejala tersebut dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila penderita terlambat mendapatkan penanganan medis.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut, terutama setelah beraktivitas di area yang banyak ditemukan tikus atau lingkungan yang berisiko terkontaminasi. Langkah cepat dalam pemeriksaan kesehatan dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan pasien.

Selain memberikan imbauan terkait kewaspadaan, pihak rumah sakit juga menyampaikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat diterapkan masyarakat. Di antaranya menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak mudah dijangkau tikus, menjaga kebersihan rumah dan tempat penyimpanan barang, serta menutup celah atau lubang yang dapat menjadi akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus. Hal tersebut penting dilakukan untuk meminimalkan risiko paparan virus yang dapat menyebar melalui udara.

Dalam proses pembersihan, kotoran tikus tidak disarankan langsung disapu dalam kondisi kering. Cara tersebut berpotensi membuat debu yang mengandung virus beterbangan dan terhirup manusia. Sebelum dibersihkan, area yang terkontaminasi dianjurkan terlebih dahulu disemprot menggunakan cairan disinfektan agar virus dapat diminimalkan penyebarannya.

Pihak rumah sakit juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan sehat, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Lingkungan yang bersih tidak hanya membantu mencegah penyebaran Hantavirus, tetapi juga mengurangi risiko berbagai penyakit menular lainnya yang berasal dari hewan maupun sanitasi buruk.

Melalui edukasi tersebut, RS Bhayangkara M Hasan Palembang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Kewaspadaan sejak dini dinilai menjadi langkah utama dalam melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan sekitar dari ancaman penyakit menular.

“Cegah Hantavirus, Jaga Kebersihan, Lindungi Kesehatan,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kampanye edukasi kesehatan tersebut.

Selain pelayanan kesehatan, masyarakat juga diingatkan agar tidak ragu menghubungi pihak kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau menemukan kondisi darurat di lingkungan sekitar. Layanan Call Center 110 disediakan secara gratis dan siap melayani masyarakat selama 24 jam penuh.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten. Upaya sederhana seperti menjaga sanitasi rumah, membuang sampah pada tempatnya, serta mengendalikan populasi tikus diyakini mampu membantu menekan risiko penyebaran Hantavirus di tengah masyarakat. (Rilis).