Driver Ojol Diduga Jadi Korban Uang Palsu

Rekaman CCTV memperlihatkan driver ojol diduga merobek uang palsu usai menerima pembayaran pesanan makanan pelanggan.”

FAKTANOW.pro, Jakarta
- Sebuah unggahan di media sosial Threads mendadak viral setelah akun bernama “anggore.o” membagikan kisah yang menyentuh terkait seorang pengemudi ojek online yang diduga menjadi korban pembayaran uang palsu saat mengantar pesanan makanan.

Dalam unggahan tersebut, akun itu menuliskan kronologi yang diklaim terjadi usai memesan makanan melalui layanan pesan antar. Tulisan itu kemudian ramai diperbincangkan warganet karena memperlihatkan sisi kemanusiaan sekaligus keprihatinan terhadap nasib para pekerja lapangan.

Akun tersebut menulis: “Semalam kelaperan. Order gofood. Iseng pagi ini liat CCTV. Ada yang aneh. Bapak drivernya nyobek kertas apaan terus dibuang di depan rumah.”

Pemilik akun kemudian mengaku penasaran dengan tindakan pengemudi tersebut yang terlihat dalam rekaman kamera pengawas atau CCTV di depan rumahnya.

Masih dalam unggahan yang sama, ia melanjutkan:

“Pagi ini gua pungut. Gua susun kayak main puzzle. Gua foto setelah tersusun. Dan ternyata nyobek uang kertas 1 selembar pecahan Seratus Ribu Rupiah.”

Dari narasi tersebut, pemilik akun menduga pengemudi ojek online itu kemungkinan menerima uang palsu dari pelanggan sebelumnya. Karena diduga mengetahui uang tersebut tidak dapat digunakan, pengemudi itu kemudian merobeknya dan membuangnya di pinggir jalan.

Unggahan tersebut juga disertai tangkapan layar rekaman CCTV. Pada gambar pertama terlihat seorang pengemudi ojek online berhenti di depan sebuah rumah pada malam hari. Pengemudi mengenakan jaket hijau khas layanan transportasi daring serta helm berwarna oranye.

Sementara pada gambar lainnya, terlihat seseorang sedang jongkok di jalan sambil memungut potongan-potongan kertas yang diduga sisa uang yang telah dirobek. Waktu pada rekaman CCTV menunjukkan kejadian berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 08.07 WIB.

Pemilik akun kemudian menyampaikan rasa iba terhadap pengemudi tersebut. Ia menulis:

“Kasihan bapak drivernya. Tega banget orang bayar cash pake uang palsu.”

Di akhir unggahannya, akun tersebut juga menyampaikan doa agar pengemudi ojek online tersebut mendapatkan rezeki yang lebih baik.

“Semoga bapak drivernya dilimpahkan rezekinya ya pak. Aamiin.”

Unggahan itu sontak mendapat perhatian luas dari pengguna media sosial. Hingga tangkapan layar tersebut beredar, unggahan telah memperoleh ribuan tanda suka, ratusan komentar, serta dibagikan ulang oleh banyak pengguna.

Sejumlah warganet mengaku prihatin dan menilai para pengemudi ojek online rentan menjadi korban penipuan, terutama dalam transaksi pembayaran tunai atau cash. Beberapa pengguna juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat menerima uang, khususnya pada malam hari ketika kondisi pencahayaan terbatas.

Di sisi lain, belum ada konfirmasi resmi terkait lokasi pasti kejadian maupun identitas pengemudi yang terlihat dalam rekaman CCTV tersebut. Tidak diketahui pula apakah uang yang diduga palsu itu telah dilaporkan kepada pihak berwenang.

Meski demikian, kisah yang dibagikan akun tersebut memunculkan diskusi luas mengenai pentingnya kepedulian terhadap pekerja sektor informal yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari layanan antar makanan dan transportasi daring.

Pengamat sosial menilai kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa praktik peredaran uang palsu masih dapat terjadi di tengah masyarakat dan kerap menyasar kelompok pekerja yang sulit melakukan pengecekan secara detail saat menerima pembayaran.

Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam melakukan transaksi tunai. Selain itu, apabila menemukan atau menerima uang yang dicurigai palsu, warga disarankan segera melapor kepada pihak kepolisian atau bank terdekat agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Peristiwa yang viral di media sosial tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi cerita tentang dugaan uang palsu, tetapi juga menggambarkan perjuangan para pekerja lapangan yang tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penulis: (iskandar).