Dua Hari Pengupasan Jalan Sukoharjo-Pringsewu Picu Kemacetan Panjang
FAKTANOW.pro, Pringsewu – Aktivitas perbaikan ruas jalan penghubung Sukoharjo–Pringsewu mulai berjalan intensif dalam dua hari terakhir. Sejumlah alat berat terlihat melakukan pengupasan pada titik-titik badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama lubang yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, alat berat jenis ekskavator diturunkan untuk mengupas lapisan aspal yang rusak sebelum dilakukan tahap perbaikan lanjutan. Beberapa pekerja tampak mengatur arus lalu lintas agar kendaraan roda dua maupun roda empat tetap dapat melintas dengan aman di tengah proses pengerjaan.
Namun, proses pengerjaan tersebut juga menimbulkan kepadatan kendaraan di sejumlah titik ruas Sukoharjo–Pringsewu. Arus lalu lintas terlihat melambat karena badan jalan yang digunakan kendaraan menjadi lebih sempit akibat area pengerjaan dan tumpukan material bekas kupasan aspal.
Pada jam-jam sibuk, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular cukup panjang. Pengendara harus melintas secara bergantian sambil menunggu alat berat menyelesaikan proses pengupasan jalan di bagian tertentu.
Kerusakan jalan di ruas Sukoharjo–Pringsewu sebelumnya memang menjadi perhatian masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya saat hujan turun dan genangan air menutupi lubang di badan jalan. Kondisi tersebut kerap memicu pengendara mengurangi kecepatan secara mendadak hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut mengatakan bahwa perbaikan jalan memang sudah lama dinantikan warga. Meski menyebabkan kemacetan sementara, menurutnya perbaikan tetap diperlukan demi keselamatan pengguna jalan.
“Macet memang, apalagi siang hari kendaraan ramai. Tapi masyarakat juga berharap jalan ini segera bagus karena selama ini banyak lubang yang membahayakan,” ujar seorang pengendara sepeda motor saat ditemui di sekitar lokasi pengerjaan.
Pengguna jalan lainnya juga menyampaikan bahwa antrean kendaraan kadang terjadi cukup panjang ketika alat berat sedang bekerja di tengah badan jalan. Meski demikian, masyarakat masih dapat memahami kondisi tersebut karena proses perbaikan dianggap penting.
“Kalau bisa pengerjaannya dipercepat supaya tidak terlalu lama macet. Tetapi kami tetap mendukung karena jalan ini memang perlu diperbaiki,” katanya.
Dari pantauan lapangan, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap di beberapa titik kerusakan. Material aspal lama yang rusak dikupas menggunakan alat berat untuk kemudian dipersiapkan menuju tahap penimbunan dan pengaspalan ulang.
Petugas di lapangan terlihat memasang kerucut lalu lintas sebagai penanda area pekerjaan guna mengurangi risiko kecelakaan. Sejumlah pekerja juga tampak membantu mengatur kendaraan agar arus lalu lintas tetap berjalan meskipun tersendat.
Ruas Sukoharjo–Pringsewu sendiri diketahui menjadi salah satu jalur yang cukup padat dilalui masyarakat setiap hari. Selain digunakan kendaraan pribadi, jalan tersebut juga menjadi akses aktivitas ekonomi dan distribusi barang antarwilayah sehingga kepadatan lalu lintas sulit dihindari ketika proses perbaikan berlangsung.
Warga berharap perbaikan tidak hanya dilakukan pada beberapa titik tertentu, tetapi menyeluruh di sepanjang badan jalan yang mengalami kerusakan. Sebab, sebagian permukaan jalan dinilai mulai mengalami penurunan kualitas akibat tingginya volume kendaraan dan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar kualitas pengerjaan diperhatikan sehingga hasil perbaikan dapat bertahan lebih lama dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat. Menurut sejumlah warga, kondisi jalan yang baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan serta kelancaran aktivitas harian masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan alat berat dan kepadatan kendaraan di lokasi membuat pengendara diminta lebih berhati-hati ketika melintas. Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas selama proses pengerjaan berlangsung agar tidak terjadi kecelakaan di area proyek.
Perbaikan ruas jalan tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang. Dengan dimulainya proses pengupasan dan penanganan kerusakan, warga berharap akses penghubung Sukoharjo–Pringsewu dapat kembali dalam kondisi layak, aman, dan nyaman digunakan tanpa hambatan kemacetan berkepanjangan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengupasan jalan masih terus berlangsung di beberapa titik kerusakan dan mendapat pengawasan dari petugas lapangan. Warga berharap seluruh tahapan pengerjaan dapat selesai tepat waktu agar mobilitas masyarakat kembali lancar.
Penulis: (iskandar).
