@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Gotong Royong Warga Bangunkan Rumah Mbah Reban

Warga RT 01 Dusun Babatan bersama relawan bergotong royong memasang rangka atap dan penutup atap rumah layak huni untuk Mbah Reban di Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Pembangunan dilakukan secara swadaya dengan dukungan masyarakat dan para donatur.
Lamongan, FaktaNow.pro – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Melalui swadaya masyarakat, dukungan Karang Taruna Pelangi, serta bantuan para donatur, pembangunan rumah layak huni untuk Mbah Reban, seorang lansia yang hidup sebatang kara, resmi dimulai pada Jumat (3/7/2026).

Pembangunan rumah tersebut merupakan hasil musyawarah warga RT 01 yang prihatin melihat kondisi tempat tinggal Mbah Reban. Rumah yang selama ini dihuni dinilai sudah tidak layak karena mengalami kerusakan di berbagai bagian, sehingga membahayakan keselamatan penghuninya.

Ketua RT 01 Dusun Babatan, Ustadz Ibnu Sutowo, mengatakan pembangunan rumah menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal utama sehingga program sosial tersebut dapat segera diwujudkan.

"Ini bukan hanya rumahnya Mbah Reban. Ini rumah kita bersama, bukti bahwa warga Babatan masih memiliki rasa kepedulian dan semangat gotong royong," ujar Ibnu Sutowo di sela kegiatan pembangunan.

Sebelum pembangunan dimulai, kondisi rumah Mbah Reban sangat memprihatinkan. Dinding kayu telah lapuk dan berlubang, sementara atap yang bocor menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah. Lantai yang masih berupa tanah juga menjadi licin saat musim penghujan sehingga berisiko bagi seorang lansia yang tinggal seorang diri.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga. Dalam berbagai pertemuan, termasuk kegiatan rutin Yasin dan Tahlil, masyarakat membahas langkah yang dapat dilakukan untuk membantu Mbah Reban. Dari musyawarah tersebut lahirlah kesepakatan menggalang dana dan material bangunan secara sukarela.

Ajakan tersebut mendapat sambutan luas. Selain warga Dusun Babatan, bantuan juga mengalir dari para perantau asal desa yang kini menetap di berbagai daerah, terutama di Provinsi Riau. Mereka turut memberikan dukungan berupa dana sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halaman.

Pada hari pertama pembangunan, warga langsung memulai pekerjaan tanpa seremoni. Tahap awal difokuskan pada pengurukan lahan menggunakan batu pecah atau pedel untuk memperkuat dasar bangunan. Selanjutnya, pondasi disusun menggunakan batu kumbung yang dinilai sesuai dengan karakter tanah di wilayah tersebut.

Di saat yang sama, kelompok warga lainnya mempersiapkan empat tiang utama dari kayu yang merupakan bantuan para donatur. Tiang tersebut akan menjadi kerangka utama rumah yang dibangun secara bertahap hingga selesai.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai proses pembangunan. Para bapak bergotong royong mengangkat material, mencampur adukan semen, dan memasang pondasi. Pemuda Karang Taruna Pelangi membantu memindahkan material bangunan, sedangkan ibu-ibu menyiapkan konsumsi bagi seluruh relawan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan.

Panitia pembangunan menjelaskan bahwa bantuan yang diterima tidak hanya berupa dana tunai, tetapi juga material bangunan seperti semen, pasir, batu kumbung, kayu, pedel, paku, serta perlengkapan konstruksi lainnya. Pengelolaan bantuan dilakukan secara terbuka agar seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Warga menargetkan pembangunan rumah dapat diselesaikan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahapan pekerjaan meliputi penyelesaian pondasi, pemasangan tiang utama, pembangunan dinding, pemasangan rangka atap dan genteng, hingga pekerjaan akhir berupa plester, lantai, pintu, jendela, dan pengecatan.

Mbah Reban mengaku terharu melihat kepedulian masyarakat terhadap dirinya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan doa kepada seluruh pihak yang telah membantu.

"Alhamdulillah, saya tidak menyangka masih ada orang baik. Mugi-mugi sing nyumbang, sing bantu, rezekine tambah lancar," ucapnya.

Meski pembangunan telah dimulai, panitia menyatakan kebutuhan dana dan material masih cukup besar hingga rumah selesai dibangun. Karena itu, masyarakat yang ingin berpartisipasi masih dipersilakan memberikan bantuan sesuai kemampuan, baik berupa dana, material bangunan, maupun tenaga.

Gerakan sosial ini menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Dusun Babatan. Melalui kepedulian bersama, sebuah rumah yang sebelumnya nyaris roboh kini mulai dibangun menjadi hunian yang aman dan layak, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi Mbah Reban untuk menjalani masa tuanya dengan lebih nyaman dan bermartabat.

Jurnalis: (Sunariyanto)
Editor: (Redaksi)