@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Operasi Pencarian KMN ENTOK Diperluas, Polres Lamongan Imbau Nelayan Ikut Membantu

Dokumentasi KMN ENTOK saat beroperasi di perairan. Kapal nelayan asal Brondong, Lamongan, tersebut dilaporkan hilang kontak di Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, bersama 20 awak kapal dan saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Lamongan, FaktaNow.Pro  -- Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan terus mengintensifkan upaya koordinasi dan pencarian terhadap Kapal Motor Nelayan (KMN) ENTOK yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Laporan mengenai hilangnya kontak dengan kapal tersebut diterima Satpolairud Polres Lamongan pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik kapal, Andik, yang menyatakan bahwa KMN ENTOK belum kembali dari pelayaran dan tidak dapat dihubungi sebagaimana mestinya.

Berdasarkan data yang diterima petugas, KMN ENTOK berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong menuju kawasan perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Kapal tersebut dinakhodai seorang nakhoda berinisial S dan membawa 19 anak buah kapal (ABK), sehingga total terdapat 20 orang yang berada di atas kapal saat keberangkatan.

Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak pelapor, dalam kondisi operasional normal, KMN ENTOK biasanya kembali ke Pelabuhan PPN Brondong setelah sekitar 18 hari melakukan aktivitas penangkapan ikan. Namun hingga laporan diterima, kapal tersebut belum kembali dan komunikasi dengan awak kapal juga belum berhasil dilakukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama jajarannya segera melakukan langkah koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Koordinasi dilakukan dengan Satpolairud Polres Sumenep, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Pakis, serta Syahbandar PPN Brondong guna mempercepat proses pencarian dan pemantauan terhadap keberadaan kapal beserta seluruh awaknya.

Upaya pencarian dilakukan melalui sinergi lintas instansi maritim dengan memaksimalkan pertukaran informasi, pemantauan jalur pelayaran, serta koordinasi dengan kapal-kapal yang beroperasi di sekitar wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan KMN ENTOK.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga dan pemilik kapal. Menurutnya, koordinasi antarlembaga menjadi langkah penting untuk mempercepat proses pencarian.

"Begitu menerima laporan dari pihak pemilik kapal, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, dan Syahbandar PPN Brondong. Sinergi ini dilakukan agar proses pencarian dapat berjalan secara maksimal," ujar IPDA M. Hamzaid.

Ia juga mengimbau seluruh nelayan, kapal penangkap ikan, maupun kapal niaga yang melintas di sekitar Perairan Kangean agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila memperoleh informasi atau mengetahui keberadaan KMN ENTOK.

"Kami berharap seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami mengajak seluruh pihak untuk turut membantu dengan memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan kapal tersebut," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan koordinasi masih terus berlangsung. Polres Lamongan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait hingga diperoleh kepastian mengenai keberadaan KMN ENTOK beserta seluruh awak kapal.

Jurnalis: (Iswanto)