Ketua GEMABUDHI Sulsel: Jangan Tunggu Generasi Kita Hancur, Perang Melawan Narkoba Harus Dimulai Sekarang -->
Telusuri
24 C
id
var now = new Date(); document.write( "" + " " + dayName[now.getDay()] + "," + " " + monName[now.getMonth()] + " " + now.getDate() + "," + " " + [now.getFullYear()]) ;
  • Home
  • Forum Berita
  • Baca Selengkapnya
  • Redaksi
  • Contact
.faktanow.pro
Buy template blogger
  • Home
  • Berita Daerah
    • 🇮🇩 Berita Nasional
    • 📍 Berita Daerah
    • 🏛️ Politik
    • 💰 Ekonomi
    • ⚖️ Hukum & Kriminal
    • 🎓 Pendidikan
    • 🩺 Berita Kesehatan
    • 💻 Teknologi
    • 🚗 Otomotif
    • 🌍 Internasional
  • Gadget
    • 💻 Teknologi
    • 🚗 Otomotif
  • ✨ Lifestyle

  • 🏛 Redaksi 📜 Kode Etik Jurnalistik ℹ️ Tentang Kami ⚠️ Disclaimer
    📍 Pringsewu 🌴 Lampung 🏘️ Gadingrejo 🌊 Tulang Bawang 🗺️ Lampung Selatan
    🚨 Peristiwa 🤝 Sosial ⚽ Olahraga ✨ Lifestyle 📝 Opini 🔥 Viral
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
.faktanow.pro
Telusuri
Beranda Berit Hukum Ketua GEMABUDHI Sulsel: Jangan Tunggu Generasi Kita Hancur, Perang Melawan Narkoba Harus Dimulai Sekarang
Berit Hukum

Ketua GEMABUDHI Sulsel: Jangan Tunggu Generasi Kita Hancur, Perang Melawan Narkoba Harus Dimulai Sekarang

Redaksi
Redaksi
21 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Enrique Justine Sun, Ketua GEMABUDHI Sulsel, mengikuti Seminar Nasional Sulsel Bebas Narkoba di Makassar.

Makassar
, FAKTANOW.pro -- Ketua GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, S.Kom., menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada penindakan maupun forum-forum seremonial. Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan harus dilawan melalui gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Enrique dalam momentum Seminar Nasional “Kolaborasi Lintas Elemen Mewujudkan Sulsel Bebas Narkoba” yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat.

Enrique menilai inisiatif MUI melalui kegiatan tersebut merupakan langkah penting karena persoalan narkoba sudah tidak dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi.

“Narkoba bukan sekadar persoalan hukum. Ini adalah perang terhadap masa depan. Ketika seorang anak muda kehilangan masa depannya karena narkoba, yang hancur bukan hanya dirinya, tetapi keluarganya, lingkungannya, dan pada akhirnya bangsa ini,” tegas Enrique.

Ia mengatakan, negara memang memiliki perangkat hukum dan aparat untuk melakukan pemberantasan. Namun, menurutnya, kekuatan terbesar dalam mencegah narkoba justru berada pada masyarakat itu sendiri.

“Kita tidak boleh menyerahkan seluruh persoalan narkoba kepada polisi, BNN, atau pemerintah. Kalau narkoba masuk ke lingkungan kita, maka kita semua harus merasa bertanggung jawab. Jangan tunggu anak kita menjadi korban baru kita panik,” ujarnya.

Enrique juga memberikan catatan keras agar kegiatan kolaborasi lintas elemen tidak berhenti sebagai agenda diskusi.

Menurutnya, deklarasi dan seminar akan kehilangan makna apabila tidak diikuti dengan langkah nyata di lapangan.

“Jangan sampai kita hebat berbicara di dalam ruangan, tetapi setelah seminar selesai semuanya kembali berjalan sendiri-sendiri. Narkoba tidak berhenti beroperasi ketika seminar selesai. Karena itu, perlawanan kita juga tidak boleh berhenti ketika acara selesai,” katanya.

Sebagai organisasi kepemudaan Buddha, GEMABUDHI Sulawesi Selatan, kata Enrique, memiliki perhatian khusus terhadap perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba.

Ia menilai anak muda tidak boleh hanya diposisikan sebagai kelompok yang harus diberi nasihat, tetapi harus diberikan ruang untuk menjadi bagian aktif dalam gerakan pencegahan.

“Kita sering mengatakan kepada anak muda: jangan gunakan narkoba. Tetapi pertanyaannya, apa yang sudah kita siapkan untuk mereka? Apakah mereka punya lingkungan yang sehat, ruang berkegiatan, pendidikan yang baik, dan masa depan yang bisa mereka perjuangkan?”

Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dengan menakut-nakuti generasi muda mengenai bahaya narkoba. Mereka harus diberikan pemahaman, pendampingan, ruang aktualisasi, serta lingkungan yang mampu memperkuat ketahanan mental dan sosial.

Jangan Hanya Menghukum, Selamatkan Manusianya

Enrique juga menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang antara pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan stigma secara berlebihan kepada mereka yang pernah terjerumus dan sedang berusaha keluar dari ketergantungan.

“Kita harus keras terhadap jaringan dan peredaran narkoba, tetapi kita juga harus punya hati terhadap manusia yang menjadi korban. Mereka yang belum terjerumus harus kita lindungi. Mereka yang sudah terjerumus harus kita bantu untuk bangkit. Dan mereka yang sudah pulih harus kita beri kesempatan untuk kembali berdiri,” jelasnya.

Menurut Enrique, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak semata-mata diukur dari berapa banyak kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari berapa banyak generasi muda yang berhasil diselamatkan sebelum menjadi korban.

Sulsel Bebas Narkoba 2030 Harus Menjadi Gerakan Bersama

Enrique berharap target Sulsel Bebas Narkoba 2030 tidak berhenti sebagai slogan. Ia mendorong seluruh elemen untuk menjadikan target tersebut sebagai komitmen bersama yang diterjemahkan dalam program nyata dan berkelanjutan.

“Sulsel Bebas Narkoba tidak akan lahir dari satu lembaga, satu agama, atau satu organisasi. Ini hanya bisa terwujud kalau kita bergerak bersama. Pemerintah bergerak, aparat bergerak, tokoh agama bergerak, organisasi kepemudaan bergerak, sekolah dan kampus bergerak, keluarga bergerak, dan masyarakat juga bergerak,” ungkapnya.

Ia menegaskan GEMABUDHI Sulawesi Selatan siap mengambil bagian dalam gerakan tersebut dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Narkoba tidak mengenal agama, suku, organisasi, maupun kelompok. Karena itu, perlawanan terhadap narkoba juga tidak boleh mengenal sekat-sekat tersebut. Kalau narkoba menyerang masyarakat secara lintas batas, maka perlawanan kita harus lebih kuat dan lebih luas daripada itu,” tegas Enrique.

Menutup pernyataannya, Enrique menyampaikan pesan bahwa perjuangan melawan narkoba tidak boleh menunggu momentum tertentu.

“Jangan tunggu generasi kita hancur baru kita bergerak. Jangan tunggu keluarga kita menjadi korban baru kita peduli. Perang melawan narkoba harus dimulai sekarang, dari diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita. Kalau kita sungguh-sungguh ingin melihat Sulawesi Selatan bebas narkoba pada 2030, maka kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi bagian dari perlawanan itu.”

>>> Berit Hukum
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Posting Komentar
Klik di sini  jika berminat untuk bergabung
Iklan
▣ BeritaEkonomi
Memuat Berita Ekonomi...
Foto saya
Redaksi
Lihat profil lengkapku

Kabar Pilihan

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Redaksi- Selasa, Oktober 27, 2026 0
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Most Popular

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Selasa, Oktober 27, 2026
Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Selasa, Oktober 27, 2026
Berita Wisata
Memuat...

Post Sosial

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Selasa, Oktober 27, 2026
Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Selasa, Oktober 27, 2026

Post Ekonomi

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Rabu, Mei 13, 2026
Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Rabu, Mei 13, 2026
Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Selasa, Mei 12, 2026
Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rabu, September 30, 2026

Post Nasional

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Rabu, Mei 13, 2026
Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Rabu, Mei 13, 2026
Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Selasa, Mei 12, 2026

POPULER POST

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rabu, September 30, 2026
Danrem 143/HO Buka Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI, Meriahkan HUT Ke-81 TNI

Danrem 143/HO Buka Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI, Meriahkan HUT Ke-81 TNI

Senin, September 28, 2026
Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
© 2019 PT Karya Gemilang Pemburu Fakta — Portal Berita Aktual dan Terpercaya. All Rights Reserved.
  • Compeny Profile
  • Dislamer
  • Kemerdekaan Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy
  • Redaksi