Primaya Bekasi Luncurkan Inovasi Layanan Kesehatan Terbaru
BEKASI, FaktaNow.pro – Memasuki usia ke-7 tahun, memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Momentum peringatan hari jadi tersebut ditandai dengan peluncuran tiga layanan unggulan berbasis teknologi modern sekaligus pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) melalui bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi ratusan pekerja rentan di wilayah Bekasi Utara.
Mengusung tema "Together Shaping the Future of Healthcare: Innovation, Compassion, Excellence", peringatan ulang tahun ke-7 menjadi simbol penguatan transformasi layanan rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan medis, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap masyarakat melalui program perlindungan sosial.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Primaya Hospital Bekasi Utara menghadirkan tiga layanan unggulan yang dirancang untuk saling melengkapi kebutuhan pasien, mulai dari tahap pencegahan penyakit, pemeriksaan diagnostik, hingga penanganan medis secara komprehensif.
Layanan pertama adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang memperkuat kemampuan diagnostik rumah sakit melalui teknologi pencitraan beresolusi tinggi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membantu tenaga medis memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih akurat sehingga proses penegakan diagnosis dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Selain itu, rumah sakit juga menghadirkan Wellness Center sebagai pusat layanan promotif dan preventif. Fasilitas tersebut menyediakan beragam layanan, antara lain Medical Check Up (MCU), layanan estetik, konsultasi kesehatan mental, klinik gizi, hingga layanan imunisasi untuk berbagai kelompok usia. Melalui layanan ini, masyarakat didorong untuk lebih memperhatikan kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan rutin dan upaya pencegahan penyakit.
Sementara itu, layanan ketiga berupa Brain & Neurospine Center hadir sebagai pusat layanan terpadu yang mengintegrasikan penanganan berbagai gangguan saraf dan tulang belakang. Pusat layanan ini melibatkan kolaborasi dokter spesialis saraf, dokter bedah saraf, serta dokter ortopedi tulang belakang guna memberikan evaluasi menyeluruh sesuai kondisi pasien.
Melalui pendekatan multidisiplin tersebut, pasien memperoleh pilihan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari pengobatan, rehabilitasi medis, tindakan minimal invasif, hingga operasi apabila memang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Utara, drg. Melanie Husna, MARS, FISQua, menjelaskan bahwa usia tujuh tahun menjadi momentum penting bagi rumah sakit untuk terus berkembang bersama masyarakat melalui inovasi layanan sekaligus kepedulian sosial.
Menurutnya, inovasi di bidang kesehatan tidak hanya diartikan sebagai menghadirkan teknologi terbaru, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan yang cepat, akurat, komprehensif, dan berpusat pada kebutuhan pasien.
"Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan diagnostik, pencegahan, hingga penanganan yang semakin komprehensif. Di sisi lain, kami juga meyakini bahwa rumah sakit memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Melanie dalam keterangan resminya.
Selain meluncurkan layanan kesehatan terbaru, Primaya Hospital Bekasi Utara juga melaksanakan program CSR berupa bantuan pembayaran iuran selama enam bulan kepada 300 pekerja rentan bukan penerima upah di wilayah Bekasi Utara.
Program tersebut ditujukan bagi kelompok pekerja sektor informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka di antaranya pedagang kaki lima, buruh harian lepas, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, petani, hingga nelayan.
Melalui bantuan kepesertaan tersebut, para penerima manfaat diharapkan memperoleh perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja sehingga dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan rasa aman dan lebih produktif.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, Ahmad Fauzan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan Primaya Hospital Bekasi Utara.
Menurutnya, sinergi antara institusi pelayanan kesehatan dan penyelenggara jaminan sosial menjadi langkah positif dalam memperluas perlindungan bagi pekerja sektor informal yang selama ini masih banyak belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Ia mengatakan bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan hak setiap pekerja tanpa memandang status pekerjaan. Oleh karena itu, kolaborasi seperti ini dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran dunia usaha terhadap pentingnya perlindungan sosial.
Program bantuan tersebut juga dinilai menjadi bentuk kepedulian dunia usaha terhadap kelompok masyarakat yang rentan menghadapi risiko kerja, khususnya mereka yang bekerja secara mandiri dengan penghasilan terbatas.
Peluncuran berbagai layanan kesehatan baru beserta program CSR tersebut menunjukkan bahwa pengembangan rumah sakit tidak hanya difokuskan pada peningkatan fasilitas medis, tetapi juga pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih inklusif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan dukungan teknologi medis yang semakin modern, tenaga kesehatan yang kompeten, serta penguatan program sosial bagi masyarakat, Primaya Hospital Bekasi Utara berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Ke depan, sebagai bagian dari Primaya Hospital Group, rumah sakit tersebut menyatakan akan terus memperluas inovasi layanan, meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Melalui langkah tersebut, Primaya Hospital Bekasi Utara menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra layanan kesehatan terpercaya yang mampu menghadirkan solusi kesehatan secara menyeluruh, mulai dari upaya promotif, preventif, diagnostik, kuratif hingga rehabilitatif, sejalan dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan modern di Indonesia. (Email)

