Kutacane–Kapolda Aceh Tekankan Optimalisasi Pelayanan Publik dalam Kunjungan Kerja ke Aceh Tenggara
FAKTANOW.pro, Kutacane -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Polres Aceh Tenggara pada Kamis, 14 Mei 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan, evaluasi, serta penguatan kinerja jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Aceh, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kedatangan Kapolda Aceh di Mapolres Aceh Tenggara turut didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widada, Dir Polairud Polda Aceh Brigjen Pol. Wahyu Prihatmaka, Karo SDM Polda Aceh Kombes Pol. Ricky Purnama Kertapati, serta Dir Intelkam Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauzan beserta jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Aceh.
Rombongan disambut langsung oleh Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, unsur Forkopimda, pejabat utama Polres, tokoh adat, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Penyambutan Adat dan Penghormatan Budaya Lokal
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan tradisi khas daerah, diawali dengan hormat jajar pasukan kehormatan, dilanjutkan dengan penampilan Tari Alas Belo Mesusun yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Aceh Tenggara.
Sebagai bentuk penghormatan adat, dilakukan prosesi peusijuk atau tepung tawar kepada Kapolda Aceh dan Ketua Bhayangkari Daerah Aceh. Tradisi ini menjadi simbol doa keselamatan, keberkahan, serta penghormatan masyarakat setempat terhadap tamu kehormatan yang datang ke wilayah mereka.
Paparan Situasi Wilayah oleh Polres Aceh Tenggara
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan gambaran umum wilayah hukum Polres Aceh Tenggara yang memiliki luas sekitar 4.165,63 kilometer persegi. Wilayah ini terbagi dalam 16 kecamatan dan 385 desa dengan jumlah penduduk kurang lebih 228.308 jiwa.
Secara geografis, Kabupaten Aceh Tenggara berbatasan langsung dengan beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, serta wilayah luar provinsi seperti Langkat dan Tanah Karo. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut memiliki tantangan tersendiri dalam aspek pengamanan, mobilitas personel, serta pengawasan wilayah perbatasan.
Kapolres juga memaparkan kondisi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Polres Aceh Tenggara yang masih mengalami kekurangan cukup signifikan. Dari kebutuhan ideal sebanyak 1.078 personel, saat ini baru tersedia 537 personel, sehingga masih terdapat kekurangan sebanyak 541 personel dengan rasio polisi terhadap masyarakat sekitar 1:425.
Selain itu, kebutuhan PNS Polri sebanyak 95 personel, namun yang tersedia saat ini baru 7 personel. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan efektivitas pelayanan kepolisian di wilayah tersebut.
Penurunan Gangguan Kamtibmas Jadi Capaian Positif
Meski menghadapi keterbatasan personel, Polres Aceh Tenggara mencatat capaian positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, terjadi penurunan signifikan jumlah gangguan kamtibmas.
Data menunjukkan, jumlah kasus menurun dari 444 kasus pada periode sebelumnya menjadi 182 kasus, atau turun sekitar 59 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja, efektivitas patroli, serta kolaborasi yang baik antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Arahan Kapolda: Pelayanan Publik Harus Semakin Optimal
Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus menjadi prioritas utama seluruh jajaran kepolisian, termasuk di tingkat Polres. Ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat, peningkatan profesionalisme anggota, serta penguatan pendekatan humanis dalam setiap pelayanan kepolisian.
Selain itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya sinergi antara aparat kepolisian dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Menurutnya, tantangan tugas kepolisian ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kesiapan personel, soliditas organisasi, serta inovasi dalam memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel.
Kunjungan ke Pesantren Darul Iman
Selain melakukan kunjungan kerja di Mapolres Aceh Tenggara, Kapolda Aceh beserta rombongan juga dijadwalkan mengunjungi Pesantren Darul Iman. Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan lembaga pendidikan Islam di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh diharapkan dapat mempererat komunikasi dengan para ulama, tokoh agama, serta santri sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan moral masyarakat.
Penegasan Komitmen Polri untuk Masyarakat
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Polri, khususnya Polda Aceh, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi langsung terhadap kondisi lapangan serta kebutuhan nyata di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara.
Dengan adanya perhatian langsung dari pimpinan Polda Aceh, diharapkan berbagai kendala operasional yang dihadapi Polres Aceh Tenggara dapat segera ditindaklanjuti, sehingga pelayanan kepolisian kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, cepat, dan efektif.
Kunjungan kerja Kapolda Aceh ke Aceh Tenggara tidak hanya menjadi agenda rutin institusi, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat stabilitas kamtibmas, serta membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan wilayah Aceh Tenggara dapat terus menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
Editor: (Iskandar).
