@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Dedi Mulyadi Perkuat Akses Pendidikan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak sekolah swasta memperluas akses pendidikan bagi siswa kurang mampu.
Bandung, FaktaNow.pro – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak seluruh lembaga pendidikan swasta untuk mengambil peran strategis bersama pemerintah dalam memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pemerintah memandang keberadaan sekolah swasta sebagai mitra penting dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (20/6/2026), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar warga negara yang harus dipenuhi tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan penyelenggara pendidikan swasta dinilai menjadi solusi konkret agar tidak ada anak usia sekolah yang terpaksa berhenti belajar hanya karena keterbatasan ekonomi maupun daya tampung sekolah negeri.

"Kami mengajak sekolah-sekolah swasta untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum mendapatkan tempat di sekolah negeri harus tetap memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak," ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat dalam jangka panjang. Pemerintah daerah berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif sehingga setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempersiapkan program bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Program tersebut direncanakan memberikan bantuan sebesar Rp2,7 juta bagi setiap siswa pada tahun pertama pendidikan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang menghadapi kendala biaya pendidikan. 

Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pendidikan menengah di Jawa Barat secara lebih merata.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa seluruh mekanisme, ketentuan, serta persyaratan penerima bantuan masih dalam tahap penyusunan dan akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat dalam waktu dekat. 

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi yang akan disampaikan pemerintah guna menghindari munculnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kebijakan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pemerataan pendidikan.

 Melalui kolaborasi dengan sekolah swasta, pemerintah berharap seluruh anak di Jawa Barat dapat memperoleh hak pendidikan secara berkelanjutan dan tidak ada lagi peserta didik yang tertinggal akibat keterbatasan akses maupun kondisi ekonomi keluarga.

Upaya tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter sebagai fondasi utama pembangunan Jawa Barat di masa mendatang.

Jurnalis : (Wawan).