PIM IMM Sumut Cetak Kader Humanistik
Medan, FaktaNow.pro- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Madya (PIM) pada 22–27 Juni 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara, Jalan Kenanga Raya, Kota Medan. Kegiatan tersebut mengusung tema "Instruktur Sebagai Inkubator Perkaderan Humanistik" sebagai upaya memperkuat kualitas kaderisasi dan mencetak instruktur yang mampu menjawab tantangan zaman.
Pelatihan Instruktur Madya merupakan salah satu agenda strategis dalam sistem perkaderan IMM. Program ini dirancang untuk mempersiapkan kader yang memiliki kapasitas sebagai instruktur, sekaligus bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengembangan sistem kaderisasi di tingkat cabang maupun daerah.
Ketua Panitia Pelatihan Instruktur Madya, Muhammad Fahri, menyampaikan bahwa menjadi instruktur merupakan bentuk pengabdian yang tidak selalu diminati banyak orang. Menurutnya, instruktur memiliki tanggung jawab besar dalam membina kader serta memastikan proses perkaderan berjalan sesuai dengan nilai-nilai organisasi.
"Instruktur adalah jalan pengabdian yang tidak mudah. Mereka dituntut mampu mengelola diri sendiri sebelum membimbing dan mengembangkan orang lain," ujar Fahri dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaannya, terdapat dinamika jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Ketua Umum DPD IMM Sumatera Utara, Rahmat Taufiq Pardede, menyebutkan bahwa terdapat 13 kader terpilih yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, Jambi, dan berbagai wilayah di Sumatera Utara. Sementara itu, panitia mencatat sebanyak 11 peserta mengikuti proses pelatihan secara penuh hingga tahap akhir.
Rahmat menjelaskan bahwa orientasi utama perkaderan IMM bukan pada pembinaan fisik, melainkan pada penguatan nilai keislaman, intelektualitas, serta kemanusiaan. Menurutnya, kader IMM harus mampu menjadi agen perubahan yang memiliki integritas moral dan kemampuan berpikir kritis.
"Kaderisasi IMM diarahkan untuk membentuk manusia yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi," katanya.
Pelatihan tersebut juga menghadirkan berbagai forum diskusi, kajian, dan penyampaian materi dari sejumlah narasumber. Salah satu tokoh yang dijadwalkan menjadi pemateri adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Akrim. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan kapasitas kepemimpinan, pengembangan intelektual, serta pendekatan humanistik dalam proses kaderisasi.
Di sisi lain, perkembangan IMM di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Rahmat mengungkapkan bahwa jumlah cabang IMM di Sumatera Utara meningkat dari 10 cabang pada tahun 2024 menjadi 13 cabang pada tahun 2026.
Tiga cabang baru yang berhasil dibentuk berada di wilayah Padang Lawas-Padang Lawas Utara, Nias, dan Batu Bara. Dengan bertambahnya cabang tersebut, jumlah kader IMM di Sumatera Utara kini telah mencapai ribuan orang dan tersebar di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Selain aktif di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, kader IMM juga berkembang di sejumlah kampus lain seperti Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), serta Universitas Negeri Medan (Unimed).
Dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman, DPD IMM Sumatera Utara juga mulai menerapkan sistem perkaderan berbasis digital. Menurut Muhammad Fahri, transformasi digital menjadi peluang untuk memperkuat efektivitas proses kaderisasi sekaligus memperluas dampak pembinaan kader.
Ia mengibaratkan peserta pelatihan seperti sebuah tim sepak bola yang terdiri atas 11 pemain. Meski jumlahnya terbatas, kekompakan dan kualitas setiap individu diharapkan mampu menghasilkan kontribusi yang besar bagi organisasi dan masyarakat.
Melalui Pelatihan Instruktur Madya ini, DPD IMM Sumatera Utara berharap lahir instruktur-instruktur yang tidak hanya memahami teori perkaderan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam berkemajuan, kemanusiaan, dan kepemimpinan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis: (Redaksi)