Selvi Tenun Songket, Riau Bangga

Keterangan Gambar (13 kata):  Selvi Gibran berdialog bersama perajin lokal, mendukung pelestarian tenun dan pemberdayaan ekonomi.
FaktaNow.pro,  Pekan Baru
  –
Upaya pelestarian warisan budaya Nusantara kembali mendapat perhatian melalui kunjungan kerja Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) sekaligus Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming, ke Rumah Tenun Wan Fitri di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (11/06/2026).

Informasi mengenai kegiatan tersebut diperoleh FaktaNow.pro dari rilis resmi yang beredar melalui grup WhatsApp pada Kamis, 11 Juni 2026. 

Materi rilis diterima redaksi pada hari yang sama dan menjadi salah satu sumber informasi terkait agenda kunjungan kerja yang berlangsung di Pekanbaru. Sesuai Kode Etik Jurnalistik, informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini merujuk pada keterangan resmi yang diterima redaksi dari sumber tersebut.

Kunjungan tersebut diikuti jajaran Ibu Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Kehadiran rombongan di sentra tenun tradisional itu menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan industri kerajinan daerah yang selama ini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Melayu Riau.

Dalam keterangan yang diterima redaksi, kegiatan itu disebut sebagai bentuk komitmen untuk mendorong pelestarian nilai-nilai budaya bangsa melalui pengembangan industri kriya. Selain menjaga eksistensi produk tradisional, langkah tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan para perajin yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor kerajinan tenun.

Rumah Tenun Wan Fitri dikenal sebagai salah satu pusat produksi kain tenun khas Riau yang mempertahankan teknik pengerjaan tradisional. Berbagai motif yang dihasilkan memiliki nilai seni dan filosofi yang melekat pada sejarah serta kehidupan masyarakat setempat.

Keberadaan sentra tenun seperti ini dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Selama kunjungan berlangsung, Selvi Gibran berinteraksi langsung dengan para penenun dan melihat proses pembuatan kain yang dikerjakan secara manual menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Proses tersebut memperlihatkan keterampilan, ketelitian, dan kesabaran yang dibutuhkan untuk menghasilkan selembar kain berkualitas tinggi.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap para perajin, Selvi turut mencoba mengoperasikan ATBM untuk menenun Songket Melayu Siak bermotif Pucuk Rebung. Motif tersebut memiliki makna filosofis yang menggambarkan pertumbuhan, optimisme, harapan masa depan, serta pentingnya pembinaan generasi penerus agar mampu berkembang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keterlibatan langsung dalam proses menenun menjadi simbol dukungan terhadap para pelaku usaha kriya yang selama ini menjaga keberlangsungan tradisi turun-temurun. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, produk tenun daerah juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan usaha berbasis kearifan lokal.

Dalam rilis yang diterima FaktaNow.pro, kunjungan tersebut disebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pelestarian budaya sebagai bagian penting dari penguatan identitas bangsa. Pengembangan ekonomi kerakyatan melalui sektor usaha kreatif juga menjadi salah satu aspek yang terus didorong untuk meningkatkan daya saing daerah.

Kegiatan di Rumah Tenun Wan Fitri diharapkan mampu memperluas perhatian masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia. Dukungan terhadap produk kriya lokal dinilai tidak hanya membantu keberlangsungan para perajin, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mempertahankan kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan bangsa.

Melalui kunjungan tersebut, pesan mengenai pentingnya mencintai, menggunakan, dan melestarikan produk karya anak bangsa kembali digaungkan. Semangat yang terkandung dalam motif Pucuk Rebung menjadi pengingat bahwa budaya akan terus tumbuh dan berkembang apabila dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. :::

Penulis: (Iskandar).