@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Ribuan Perempuan Semarakkan Hari Kebaya Nasional Medan

Ribuan perempuan berkebaya meriahkan Hari Kebaya Nasional 2026 di Lapangan Benteng Medan penuh semangat budaya.

MedanFaktaNow.pro Ribuan perempuan dari berbagai daerah di Sumatera Utara memadati Lapangan Benteng, Kota Medan, pada Jumat (24/7/2026), untuk memperingati Hari Kebaya Nasional 2026. Mengusung tema "Pesona Kebaya Indonesia sebagai Identitas Bangsa", kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen masyarakat dalam melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat nilai sejarah, persatuan, dan jati diri bangsa.

Peringatan Hari Kebaya Nasional berlangsung meriah dengan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perempuan, tokoh masyarakat, pelajar, komunitas budaya, hingga perwakilan instansi pemerintah serta unsur TNI dan Polri se-Sumatera Utara. Kehadiran ribuan peserta yang mengenakan aneka ragam kebaya dari berbagai daerah menciptakan suasana penuh warna dan memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Sejak pagi, Lapangan Benteng telah dipenuhi peserta yang mengenakan kebaya dengan beragam motif dan corak khas daerah. Tidak hanya kebaya modern, sejumlah peserta juga mengenakan kebaya tradisional yang dipadukan dengan kain tenun, songket, batik, dan aksesori khas Nusantara. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai berkebaya yang melibatkan ribuan peserta. Mereka berjalan mengelilingi kawasan Lapangan Benteng sambil membawa pesan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Pawai tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang turut menyaksikan jalannya kegiatan.

Selain pawai budaya, acara juga diisi dengan pembacaan ikrar pelestarian budaya Indonesia. Para peserta secara bersama-sama menyatakan komitmen untuk terus menjaga, mengenalkan, serta mewariskan kebaya kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas nasional yang harus dipertahankan.

Berbagai pertunjukan seni budaya turut memeriahkan kegiatan tersebut. Penampilan tari tradisional, musik daerah, hingga peragaan busana kebaya menjadi hiburan yang menarik perhatian para pengunjung. Setiap penampilan menampilkan ciri khas budaya dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus memperlihatkan bahwa kebaya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.

Ketua Panitia dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 yang menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Penetapan tersebut memiliki nilai historis yang erat kaitannya dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-10 pada tahun 1964, ketika para tokoh perempuan Indonesia mengenakan kebaya sebagai simbol persatuan perempuan Indonesia.

Menurutnya, kebaya bukan hanya pakaian tradisional yang memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga menjadi simbol pemersatu bangsa yang mampu melintasi perbedaan suku, budaya, agama, dan daerah.

"Kebaya adalah perekat bangsa yang lintas suku dan budaya. Melalui momentum Hari Kebaya Nasional ini kami berharap generasi muda semakin mencintai, melestarikan, dan bangga mengenakan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia," ujar Ketua Panitia dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa pelestarian kebaya memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan membiasakan penggunaan kebaya dalam berbagai kegiatan budaya, pendidikan, maupun acara resmi sehingga keberadaannya tetap hidup di tengah masyarakat.

Semangat pelestarian budaya juga terlihat dari antusiasme peserta yang berasal dari berbagai kalangan usia. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga perempuan lanjut usia tampak mengenakan kebaya dengan penuh kebanggaan. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa kebaya mampu menyatukan berbagai generasi dalam satu semangat menjaga identitas budaya bangsa.

Sejumlah peserta mengaku bangga dapat mengikuti peringatan Hari Kebaya Nasional. Mereka menilai kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kebaya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang selama ini lebih akrab dengan tren busana modern.

Selain menjadi simbol budaya, kebaya juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor ekonomi kreatif. Industri fesyen berbasis budaya terus berkembang melalui karya para perancang busana lokal yang mengombinasikan unsur tradisional dengan desain modern sehingga mampu menarik minat masyarakat, termasuk kalangan muda.

Pelestarian kebaya juga dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata. Berbagai kegiatan budaya yang menampilkan kebaya sebagai identitas bangsa diyakini mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia.

Suasana Lapangan Benteng sepanjang kegiatan berlangsung dipenuhi semangat kebersamaan. Ribuan peserta tampak saling berinteraksi, mengabadikan momen melalui foto bersama, serta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal masih tumbuh kuat di tengah arus modernisasi.

Peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 di Kota Medan juga menjadi wujud nyata dukungan masyarakat Sumatera Utara terhadap upaya pemerintah dalam menjaga dan melestarikan budaya nasional. Kebaya dipandang bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol identitas bangsa yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan kebanggaan nasional.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari karakter bangsa. Kebaya tidak hanya dikenakan pada acara adat atau peringatan tertentu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan ribuan peserta di Lapangan Benteng Medan, peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 menjadi bukti bahwa kebaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Warisan budaya tersebut diharapkan terus lestari, berkembang mengikuti zaman, serta menjadi identitas bangsa yang semakin dikenal dan dihargai di tingkat internasional.

Penulis: (Sarifah).