Banjir Dr Mansyur Warnai Rakernas APEKSI Medan
Medan – FaktaNow.pro – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Medan pada Jumat (3/7/2026) mengakibatkan ruas Jalan Dr. Mansyur, tepatnya di sekitar Kolam Retensi Universitas Sumatera Utara (USU), terendam banjir. Genangan air yang dipicu meluapnya Sungai Babura itu menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan sejumlah kendaraan mengalami mogok.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah berlangsungnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Kota Medan. Forum nasional tersebut dihadiri para kepala daerah dari berbagai kota di Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk pembangunan perkotaan, penguatan infrastruktur, tata kelola lingkungan, serta upaya mitigasi bencana.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan debit air Sungai Babura meningkat secara signifikan. Kondisi itu mengakibatkan air meluap hingga menggenangi badan Jalan Dr. Mansyur. Ketinggian genangan dilaporkan berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter di sejumlah titik.
Akibat genangan tersebut, arus kendaraan dari arah Jalan Jamin Ginting menuju pusat Kota Medan mengalami perlambatan. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat tampak kesulitan melintas karena tingginya genangan air. Bahkan, beberapa kendaraan dilaporkan mogok setelah nekat menerobos banjir.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan antrean kendaraan yang cukup panjang. Para pengendara memilih memperlambat laju kendaraan demi menghindari kerusakan mesin maupun risiko kecelakaan akibat genangan yang cukup dalam.
Peristiwa banjir ini turut menjadi perhatian masyarakat karena berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Rakernas APEKSI. Sejumlah warga menilai kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa persoalan banjir perkotaan masih menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian serius, terutama terkait kapasitas drainase, pengelolaan daerah aliran sungai, serta efektivitas infrastruktur pengendali banjir yang telah dibangun.
Di kawasan tersebut sebelumnya telah tersedia kolam retensi yang berfungsi menampung limpasan air saat curah hujan tinggi. Namun, meningkatnya debit Sungai Babura akibat hujan deras menyebabkan kapasitas pengendalian air tidak mampu sepenuhnya menahan luapan sehingga air menggenangi ruas jalan di sekitarnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, petugas dari Dinas Sumber Daya Air bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas melakukan pemantauan terhadap ketinggian air, membantu pengaturan arus lalu lintas, serta membersihkan saluran air agar aliran dapat kembali berjalan optimal.
Hingga Jumat sore, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan. Akses Jalan Dr. Mansyur secara bertahap kembali dapat dilalui kendaraan, meski pengendara tetap diimbau berhati-hati karena masih terdapat sisa genangan di beberapa titik.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya peningkatan sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan, khususnya pada wilayah yang berada di sekitar aliran sungai. Selain penguatan infrastruktur, sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Penulis: (Habibi Lubis)
