@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Dua Pelajar Tewas Usai Tabrakan Maut

Keterangan foto:  Petugas kepolisian, tenaga medis, dan warga mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan Mastrip, Jembatan Made, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Senin (6/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia dan kini masih dalam penanganan Satlantas Polres Lamongan.
Lamongan, FaktaNow.pro – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Mastrip, tepatnya di kawasan Jembatan Made, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Senin (6/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pengendara yang sama-sama masih berstatus pelajar meninggal dunia setelah mengalami luka berat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S-6292-JAM yang dikendarai HRA (16), warga Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik, melaju dari arah timur menuju barat.

Saat melintas di lokasi kejadian, pengendara Honda Beat diduga berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya melalui lajur kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Vario bernomor polisi S-3552-EAN yang dikendarai VAF (16), warga Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan adu depan tidak dapat dihindarkan. Benturan keras menyebabkan kedua pengendara mengalami luka berat. Keduanya kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawa kedua pelajar tersebut tidak dapat diselamatkan.

Selain mengakibatkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta akibat kerusakan pada kedua kendaraan yang terlibat.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Satlantas Polres Lamongan bersama anggota Polsek Lamongan Kota segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) guna menghindari kemacetan sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman.

Selanjutnya, petugas mengevakuasi para korban ke rumah sakit, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara objektif sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap penyebab pasti kecelakaan berdasarkan hasil olah TKP, barang bukti, serta keterangan para saksi.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Menurutnya, setiap pengendara harus memastikan kondisi lalu lintas benar-benar aman sebelum melakukan manuver, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan mendahului apabila ruang pandang terbatas atau kondisi jalan tidak memungkinkan. Kesalahan dalam mengambil keputusan di jalan dapat berakibat fatal," ujarnya.

Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dengan mematuhi rambu-rambu, menjaga kecepatan kendaraan sesuai kondisi jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tetap berkonsentrasi selama berkendara, terutama pada malam hingga dini hari ketika tingkat kewaspadaan pengendara cenderung menurun.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan salah satu upaya penting untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Kepolisian berharap seluruh pengguna jalan dapat lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Iswanto)