@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Satpolairud Lamongan Latih Keselamatan Santri

Satpolairud Polres Lamongan melatih santri teknik penyelamatan korban tenggelam melalui simulasi keselamatan perairan.
LAMONGAN, FAKTANOW.Pro Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan menggelar pelatihan berenang dan teknik pertolongan di air bagi puluhan santri Pondok Pesantren Modern Al Manar Sedayulawas sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan di perairan sejak usia dini. Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di Kolam Renang Malindo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Kamis (16/7/2026).

Pelatihan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama personel Satpolairud Polres Lamongan. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari personel Satpolair BKO Polda Jawa Timur guna memastikan materi pelatihan dapat disampaikan secara maksimal kepada seluruh peserta.

Sebanyak 80 santri putra dan putri Pondok Pesantren Modern Al Manar Sedayulawas mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selain menerima materi teori, para peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai teknik berenang dasar dan prosedur penyelamatan korban di perairan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Lamongan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya keselamatan saat beraktivitas di lingkungan perairan. Mengingat Kabupaten Lamongan memiliki wilayah pesisir serta masyarakat yang banyak beraktivitas di sekitar sungai dan laut, edukasi mengenai keselamatan air dinilai sangat penting.

Dalam sesi materi, personel Satpolairud menjelaskan pentingnya kemampuan berenang sebagai keterampilan dasar yang dapat membantu menyelamatkan diri ketika menghadapi kondisi darurat di air. Para santri juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah memberikan pertolongan pertama kepada korban tenggelam dengan tetap memperhatikan keselamatan penolong.

Tidak hanya itu, peserta dikenalkan pada teknik penyelamatan korban tenggelam yang telah menjadi standar dalam operasi penyelamatan di perairan. Materi tersebut meliputi metode Reach, yaitu memberikan pertolongan dari tepi kolam atau dermaga dengan menggunakan alat bantu untuk meraih korban.

Selanjutnya, peserta mempelajari metode Throw, yakni melemparkan alat apung kepada korban agar tetap mengapung sambil menunggu proses evakuasi. Teknik ini dinilai sebagai salah satu cara yang aman karena meminimalkan risiko bagi penolong.

Para santri juga mendapatkan penjelasan mengenai metode Row, yaitu mendekati korban menggunakan perahu apabila memungkinkan, kemudian memberikan pertolongan menggunakan metode Reach atau Throw. Teknik ini banyak diterapkan dalam proses penyelamatan di sungai maupun perairan yang memiliki akses menggunakan perahu.

Selain itu, instruktur mengenalkan metode Go, yakni mendekati korban secara langsung dengan membawa alat bantu apung apabila lokasi korban tidak dapat dijangkau menggunakan perahu. Pada tahap ini, para peserta diingatkan bahwa penolong harus memiliki kemampuan berenang yang memadai agar tidak ikut menjadi korban.

Materi terakhir adalah Tow atau Carry, yaitu teknik membawa korban menuju lokasi yang aman setelah berhasil dijangkau. Teknik tersebut hanya dilakukan apabila penolong memiliki kemampuan yang cukup dan kondisi memungkinkan untuk melakukan kontak langsung dengan korban.

Seluruh materi disampaikan secara bertahap melalui kombinasi teori dan simulasi praktik di kolam renang. Pendekatan tersebut bertujuan agar para santri tidak hanya memahami konsep penyelamatan di air, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar sesuai prosedur keselamatan.

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat sejak usia dini.

Menurutnya, kemampuan berenang dan pengetahuan mengenai teknik pertolongan di air merupakan keterampilan penting yang dapat mengurangi risiko kecelakaan di perairan.

"Dengan mengenalkan teknik berenang dan pertolongan di air sejak dini, kami berharap para santri memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun membantu orang lain apabila terjadi kondisi darurat di perairan," ujar IPDA M. Hamzaid.

Ia menambahkan bahwa edukasi seperti ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat. Melalui pembelajaran yang diberikan secara langsung, diharapkan generasi muda semakin memahami pentingnya mengutamakan keselamatan ketika berada di lingkungan perairan.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Selama pelatihan berlangsung, para santri terlihat aktif mengikuti arahan instruktur, mulai dari latihan berenang hingga simulasi penyelamatan korban tenggelam menggunakan berbagai metode yang telah dijelaskan.

Program edukasi keselamatan air ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, terutama bagi para santri yang nantinya akan kembali beraktivitas di lingkungan masyarakat. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama di air dinilai dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi situasi darurat sebelum petugas penyelamat tiba di lokasi.

Satpolairud Polres Lamongan menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus didorong sebagai bagian dari program pembinaan masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan edukatif.

Dengan adanya pelatihan ini, Satpolairud Polres Lamongan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perairan semakin meningkat. Pengenalan teknik berenang, penggunaan alat bantu keselamatan, hingga prosedur penyelamatan yang benar diharapkan dapat membantu menekan angka kecelakaan air dan mencegah terjadinya korban tenggelam, khususnya di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Jurnalis: (Iswanto).