Konfirmasi Podosari Belum Terjawab, HAMMER Soroti
PRINGSEWU, FAKTANOW.pro — Upaya Media FaktaNow.pro memperoleh klarifikasi resmi dari Pemerintah Pekon Podosari terkait realisasi anggaran Tahun Anggaran 2023 dan informasi Dana Insentif Pekon Tahun Anggaran 2024 hingga kini masih menunggu jawaban resmi dari pihak yang berwenang.
Konfirmasi tersebut sebelumnya disampaikan Redaksi FaktaNow.pro sebagai bagian dari proses verifikasi jurnalistik sebelum informasi dipublikasikan kepada masyarakat.
Dalam konfirmasi resmi itu, redaksi meminta penjelasan mengenai sejumlah kegiatan yang tercatat dalam data anggaran Pekon Podosari tahun 2023, termasuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan informasi publik, serta sejumlah kegiatan lainnya.
Selain itu, redaksi juga meminta klarifikasi terkait informasi mengenai Dana Insentif Pekon Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp144 juta, termasuk sumber dana, dasar penerimaan, pencantuman dalam APBDes, realisasi penggunaan, serta informasi mengenai penggunaan dana tersebut untuk pembelian laptop dan proyektor.
Redaksi menegaskan sejak awal bahwa permintaan konfirmasi tersebut bukan merupakan kesimpulan adanya penyimpangan.
Konfirmasi dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung dari Pemerintah Pekon Podosari sehingga pemberitaan dapat disusun secara akurat, berimbang dan berdasarkan keterangan para pihak.
Dalam komunikasi melalui WhatsApp yang dilakukan redaksi, seorang perangkat Pekon Podosari bernama Eko, yang disebut sebagai Kaur Pekon Podosari, memberikan respons terhadap permintaan konfirmasi.
Dalam percakapan tersebut, Eko menyampaikan bahwa permintaan konfirmasi akan terlebih dahulu disampaikan kepada Kepala Pekon, Sekretaris Pekon dan Bendahara Pekon.
Eko juga meminta penjelasan mengenai identitas media dan pihak yang melakukan konfirmasi.
Setelah mengetahui bahwa permintaan tersebut berasal dari Media FaktaNow.pro, Eko menyampaikan bahwa dirinya akan meneruskan informasi tersebut kepada pihak Pemerintah Pekon.
Dalam percakapan selanjutnya, Eko juga menyampaikan bahwa dirinya akan bertemu dengan Kepala Pekon dan menyampaikan langsung permintaan konfirmasi tersebut.
Namun, hingga berita ini disusun, Redaksi FaktaNow.pro belum menerima jawaban atau klarifikasi resmi dari Kepala Pekon maupun Sekretaris Pekon Podosari mengenai substansi pertanyaan yang telah disampaikan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Toyib, S.E., Sekretaris DPP LSM HAMMER, yang menyampaikan sikap organisasi mewakili Jamjari selaku Ketua DPP LSM HAMMER.
Toyib menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mendahului proses pemeriksaan ataupun memberikan kesimpulan terhadap pengelolaan anggaran Pekon Podosari.
Namun, menurutnya, ketika terdapat pertanyaan mengenai penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan publik, pemerintah pekon seharusnya memberikan penjelasan berdasarkan dokumen dan mekanisme yang berlaku.
“Kami tidak mengatakan ada penyimpangan. Itu harus dibuktikan melalui data dan pemeriksaan yang berwenang. Tetapi ketika ada pertanyaan mengenai anggaran publik, jangan dibiarkan menggantung tanpa penjelasan,” ujar Toyib.
Menurut Toyib, klarifikasi justru dapat menjadi ruang bagi Pemerintah Pekon Podosari untuk menjelaskan kepada masyarakat apabila seluruh kegiatan dan penggunaan anggaran memang telah dilaksanakan sesuai perencanaan serta ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang pelaksanaannya sesuai aturan, sampaikan secara terbuka. Jelaskan dasar anggarannya, realisasinya, kegiatannya dan dokumen pendukungnya. Dengan begitu masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak muncul spekulasi,” katanya.
Toyib juga menyoroti perlunya penjelasan mengenai informasi Dana Insentif Pekon sebesar Rp144 juta pada Tahun Anggaran 2024.
Menurutnya, hal paling penting bukan sekadar mengenai ada atau tidaknya pembelian laptop dan proyektor, tetapi bagaimana proses penganggaran, perubahan penggunaan anggaran apabila ada, mekanisme pengadaan dan pencatatan asetnya.
“Kalau memang benar ada pembelian laptop dan proyektor, pemerintah pekon tinggal menjelaskan berapa unitnya, berapa nilai belanjanya, siapa penyedianya, bagaimana mekanisme pengadaannya dan bagaimana barang tersebut dicatat sebagai aset pekon,” ujar Toyib.
Ia menambahkan, penjelasan tersebut penting agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi dugaan yang tidak berdasar.
“Jangan sampai masyarakat hanya menerima informasi sepotong-sepotong. Pemerintah pekon punya kesempatan untuk memberikan penjelasan berdasarkan dokumen resmi,” lanjutnya.
Toyib menegaskan bahwa fungsi kontrol sosial yang dilakukan media maupun lembaga masyarakat bukan berarti memberikan vonis terhadap pihak tertentu.
Menurutnya, pertanyaan mengenai anggaran publik merupakan bagian dari upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Kontrol sosial bukan berarti menuduh. Justru dengan adanya pertanyaan dan klarifikasi, pihak pemerintah memiliki ruang untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya,” tegasnya.
Ia meminta Pemerintah Pekon Podosari tidak melihat permintaan konfirmasi sebagai bentuk tekanan, melainkan sebagai kesempatan untuk memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Sementara itu, Redaksi FaktaNow.pro menegaskan bahwa pemberitaan mengenai Pekon Podosari akan tetap mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, keberimbangan, praduga tak bersalah dan hak jawab.
Redaksi tidak menyatakan telah terjadi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran Pekon Podosari.
Seluruh informasi mengenai realisasi kegiatan tahun 2023 maupun Dana Insentif Pekon tahun 2024 masih ditempatkan sebagai materi yang membutuhkan klarifikasi dan verifikasi dari pihak Pemerintah Pekon Podosari.
Redaksi juga membuka ruang bagi Kepala Pekon, Sekretaris Pekon maupun pejabat terkait untuk menyampaikan koreksi, klarifikasi dan data pendukung.
Apabila klarifikasi resmi diberikan setelah berita ini diterbitkan, FaktaNow.pro siap memuatnya secara proporsional sebagai bagian dari hak jawab dan keberimbangan pemberitaan.
Redaksi berharap Pemerintah Pekon Podosari dapat memberikan penjelasan secara resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai realisasi anggaran tahun 2023 serta penggunaan Dana Insentif Pekon tahun 2024 sebesar Rp144 juta.
FaktaNow.pro menegaskan: berita ini bukan vonis, melainkan bagian dari proses konfirmasi jurnalistik. Keterangan Pemerintah Pekon Podosari tetap dinantikan untuk melengkapi informasi yang diterima redaksi. (Tim KWRI)
