Programmer Kena PHK, Kini Bidik Kerja Jepang
JAKARTA, FAKTANOW.pro - Seorang pengguna Reddit membagikan kisahnya setelah kehilangan pekerjaan sebagai programmer dan tengah mempertimbangkan peluang bekerja di Jepang. Unggahan tersebut dipublikasikan di forum r/finansial pada 14 September 2026 dan mendapat banyak tanggapan dari pengguna lain.
Pengguna dengan akun frey89 mengaku berusia 26 tahun dan bekerja sebagai programmer senior sebelum terkena PHK akibat efisiensi. Ia juga menyebut memiliki seorang anak yang masih balita serta utang sekitar Rp30 juta.
Dalam unggahannya, ia mengatakan telah mengirim lamaran ke banyak perusahaan di Indonesia, tetapi belum mendapatkan panggilan kerja. Menurut pengakuannya, pekerjaan freelance juga mengalami penurunan sejak penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin luas.
“Udah mulai hopeless banget nyari kerjaan di Indo. Sudah apply ratusan, belum ada yang kepanggil satupun,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia kemudian mempertimbangkan bekerja ke Jepang. Salah satu rencana yang disebutkan adalah mengambil pinjaman untuk membiayai proses melalui lembaga pelatihan kerja atau LPK, dengan harapan cicilan dapat dibayar setelah memperoleh pekerjaan.
Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pengguna Reddit lainnya. Salah satu komentar menyarankan agar calon pekerja dengan kondisi keuangan terbatas mempertimbangkan jalur mandiri dan tidak terburu-buru mengambil pinjaman untuk mengikuti LPK.
Dalam komentar itu disebutkan bahwa biaya melalui LPK dapat mencapai puluhan juta rupiah, termasuk biaya asrama, makan selama pelatihan, penerbangan, dan dokumen.
Pengguna tersebut menyarankan calon pekerja mempelajari bahasa Jepang secara mandiri melalui materi yang tersedia, kemudian mengikuti ujian seperti JLPT atau JFT sebelum mencari lowongan melalui kanal resmi.
Komentar tersebut juga menyebut pentingnya memastikan pekerjaan dan proses wawancara sebelum mengambil pinjaman untuk modal keberangkatan.
Namun, pengalaman maupun saran pengguna Reddit tersebut merupakan pendapat pribadi dan tidak dapat dianggap sebagai ketentuan umum mengenai seluruh LPK atau proses bekerja di Jepang.
Peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke Jepang memang tersedia melalui sejumlah skema resmi.
Pada Juni 2026, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melepas 313 pekerja migran Indonesia melalui skema Government to Government (G-to-G) ke Jepang dalam kerangka Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Para pekerja tersebut terdiri dari perawat dan pendamping lansia.
Pemerintah juga menyatakan Jepang menjadi salah satu negara tujuan penempatan pekerja migran Indonesia pada 2026. Hingga September 2026, pemerintah mencatat sekitar 290 ribu lowongan kerja luar negeri yang telah diverifikasi dan aktif melalui sistem penempatan PMI, meskipun angka tersebut merupakan total berbagai negara dan sektor, bukan khusus Jepang.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga menyebut sejumlah sektor yang menjadi sasaran penempatan tenaga kerja ke Jepang, antara lain perawat, caregiver, welder, pengemudi, hospitality, dan sektor prioritas lainnya.
Dalam unggahannya, pengguna Reddit menyebut sempat membaca informasi mengenai Jepang yang membuka 600.000 lowongan manufaktur.
Informasi tersebut perlu diverifikasi berdasarkan sumber resmi sebelum dijadikan dasar mengambil keputusan finansial. Data pemerintah yang tersedia saat ini menunjukkan adanya peluang kerja luar negeri dalam jumlah besar, tetapi angka 600.000 tidak dapat langsung disebut sebagai 600.000 lowongan manufaktur di Jepang.
Karena itu, calon pekerja yang tertarik bekerja ke luar negeri perlu memeriksa informasi melalui kanal resmi, termasuk jenis pekerjaan, perusahaan penerima, persyaratan, visa, biaya penempatan, kontrak kerja, dan legalitas pihak yang melakukan perekrutan.
Dalam unggahannya, pengguna Reddit juga mengatakan tengah berupaya menjual sejumlah aset yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam beberapa bulan ke depan. Ia menyebut motor, telepon seluler, dan perangkat elektronik sebagai beberapa aset yang dipertimbangkan untuk dilikuidasi.
Rencana mengambil pinjaman untuk membiayai proses keberangkatan kemudian menjadi salah satu poin yang diperdebatkan dalam diskusi tersebut.
Sejumlah tanggapan mengingatkan bahwa keputusan mengambil utang baru perlu memperhitungkan kemampuan membayar apabila pekerjaan yang diharapkan belum diperoleh.
Di sisi lain, jalur kerja luar negeri memang menjadi salah satu pilihan yang tengah dikembangkan pemerintah. Untuk 2026, KP2MI menargetkan penempatan 350 ribu pekerja migran Indonesia, dengan Jepang termasuk negara tujuan yang menjadi perhatian pemerintah.
Kisah yang dibagikan di Reddit tersebut akhirnya memperlihatkan persoalan yang lebih luas: ketika seseorang kehilangan pekerjaan dan menghadapi tekanan ekonomi, peluang kerja di luar negeri dapat menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan. Namun, keputusan tersebut membutuhkan verifikasi informasi dan perhitungan biaya serta risiko secara matang.
Informasi mengenai pengalaman pengguna Reddit dalam berita ini disajikan sebagai pengalaman pribadi yang diunggah secara publik. Redaksi tidak memberikan rekomendasi untuk mengambil pinjaman, mengikuti LPK tertentu, maupun bekerja ke Jepang. Calon pekerja disarankan menggunakan informasi resmi pemerintah dan memastikan legalitas seluruh proses sebelum menyerahkan uang atau menandatangani perjanjian.
Penulis: (Iskandar)
