Primaya Kelapa Gading Luncurkan Layanan GERD Dialisis Terpadu

(kiri ke kanan) Ari Fahrial Syam, Ferry Aryo, dan Rita Naya melakukan prosesi gunting pita peresmian layanan GERD dan dialisis modern di Primaya Hospital Kelapa Gading.

FaktaNow.pro, Jakarta
-  8 Maret 2026 — Upaya peningkatan layanan kesehatan terus dilakukan oleh Primaya Hospital Kelapa Gading dengan menghadirkan dua fasilitas unggulan sekaligus, yakni Pusat Penanganan GERD dan Pusat Dialisis Modern. Peluncuran ini menjadi bagian dari penguatan layanan terpadu di bawah Gastro, Liver & Digestive Center serta unit dialisis, guna menjawab kebutuhan masyarakat akan penanganan penyakit kronis yang komprehensif dan terintegrasi.

Langkah strategis ini dinilai relevan dengan tingginya angka gangguan pencernaan di Indonesia, khususnya penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Data yang dirilis dalam forum ilmiah American College of Gastroenterology pada 2015 menunjukkan prevalensi GERD di Indonesia mencapai angka signifikan, yakni sekitar 55 persen. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, seperti jenis kelamin laki-laki, obesitas, serta kebiasaan merokok.

Di sisi lain, kasus gagal ginjal tahap akhir juga menjadi perhatian serius di dunia medis. Pasien dengan kondisi tersebut membutuhkan terapi hemodialisis secara rutin dan berkelanjutan, yang sering kali menjadi tantangan tersendiri, baik dari segi akses layanan maupun kualitas penanganan. Menyadari hal tersebut, Primaya Hospital Kelapa Gading berupaya menghadirkan solusi melalui fasilitas dialisis modern yang terintegrasi.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, Ferry Aryo, menyampaikan bahwa kehadiran dua layanan ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pasien dalam mendapatkan penanganan medis yang menyeluruh tanpa harus dirujuk ke fasilitas lain, termasuk ke luar negeri.

Menurutnya, pengembangan layanan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa dukungan teknologi medis mutakhir serta tenaga profesional menjadi faktor penting dalam memberikan hasil terapi yang optimal.

— Ari Fahrial Syam menyampaikan edukasi kesehatan tentang penanganan GERD pada peluncuran layanan dialisis modern dan pusat GERD di Primaya Hospital Kelapa Gading.

Layanan Pusat Penanganan GERD dirancang untuk memberikan pendekatan menyeluruh, mulai dari tahap diagnosis hingga terapi lanjutan. Pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroentero-hepatologi, prosedur endoskopi esofagogastroduodenoskopi (EGD), pH-metri, serta manometri. Selain itu, tersedia pula pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan ultrasonografi (USG) guna memastikan diagnosis yang akurat.

Penanganan GERD dilakukan melalui pendekatan bertahap, baik dengan metode step-up maupun step-down. Terapi lini pertama menggunakan obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) yang dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup pasien. Pendekatan ini juga melibatkan kolaborasi multidisiplin yang mencakup dokter spesialis gizi klinis, bedah digestif, endokrin metabolik, serta dukungan kesehatan mental dari psikiater dan psikolog klinis.

dr. Rita Naya, Sp.PD, KGH-FINASIM, memberikan health talk mengenai penanganan GERD dalam rangka peluncuran layanan Pusat Dialisis Modern & Pusat Penanganan GERD Paripurna di Primaya Hospital Kelapa Gading.

Spesialis penyakit dalam subspesialis gastroentero-hepatologi, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa penanganan GERD tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya diagnosis yang tepat serta terapi yang menyeluruh untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Menurutnya, fasilitas diagnostik yang lengkap serta kerja sama lintas disiplin ilmu menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan pendekatan tersebut, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pusat Dialisis Modern yang dihadirkan menawarkan layanan komprehensif bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Fasilitas ini mencakup berbagai metode terapi, seperti hemodialisis (HD) standar, hemodiafiltrasi (HDF), Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT), hingga peritoneal dialysis. Selain itu, tersedia pula tindakan pembuatan akses hemodialisis (Cimino) yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah vaskular dan toraks kardiovaskular.

Layanan ini didukung oleh mesin dialisis berstandar internasional serta sistem pemantauan indikator mutu klinis secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap pasien mendapatkan terapi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kondisi medis masing-masing.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, Rita Naya, menegaskan bahwa deteksi dini gangguan ginjal memiliki peran penting dalam mencegah komplikasi yang lebih serius. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan ginjal melalui pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat.

Selain terapi medis, pasien juga diberikan dukungan nutrisi serta edukasi kesehatan guna membantu menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang, terutama bagi mereka yang harus menjalani terapi dialisis secara rutin.

Dengan dukungan tenaga medis spesialis dan subspesialis, teknologi diagnostik modern, serta sistem pelayanan yang terintegrasi, Primaya Hospital Kelapa Gading terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan. Kehadiran dua layanan terbaru ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas di dalam negeri.

Lebih lanjut, manajemen rumah sakit menilai bahwa penguatan layanan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas penanganan pasien, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung sistem kesehatan nasional. Upaya ini sejalan dengan komitmen Primaya Hospital Group dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang berorientasi pada kebutuhan pasien.

Melalui inovasi layanan yang berkelanjutan, Primaya Hospital Kelapa Gading berharap dapat memberikan solusi penanganan penyakit kronis yang lebih presisi, terintegrasi, dan berkesinambungan. Pendekatan berbasis prinsip patient-first menjadi landasan utama dalam setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Penulis (iskandar/rilis masuk).

6959145 Tambahkan kode berikut ke situs Anda: