Tradisi Sekura Cakak Buah Warnai Idul Fitri Warga Lampung Barat Penuh Makna -->
Telusuri
24 C
id
var now = new Date(); document.write( "" + " " + dayName[now.getDay()] + "," + " " + monName[now.getMonth()] + " " + now.getDate() + "," + " " + [now.getFullYear()]) ;
  • Home
  • Forum Berita
  • Baca Selengkapnya
  • Redaksi
  • Contact
.faktanow.pro
Buy template blogger
  • Home
  • Berita Daerah
    • 🇮🇩 Berita Nasional
    • 📍 Berita Daerah
    • 🏛️ Politik
    • 💰 Ekonomi
    • ⚖️ Hukum & Kriminal
    • 🎓 Pendidikan
    • 🩺 Berita Kesehatan
    • 💻 Teknologi
    • 🚗 Otomotif
    • 🌍 Internasional
  • Gadget
    • 💻 Teknologi
    • 🚗 Otomotif
  • ✨ Lifestyle

  • 🏛 Redaksi 📜 Kode Etik Jurnalistik ℹ️ Tentang Kami ⚠️ Disclaimer
    📍 Pringsewu 🌴 Lampung 🏘️ Gadingrejo 🌊 Tulang Bawang 🗺️ Lampung Selatan
    🚨 Peristiwa 🤝 Sosial ⚽ Olahraga ✨ Lifestyle 📝 Opini 🔥 Viral
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
.faktanow.pro
Telusuri
Beranda Berita Daerah Tradisi Sekura Cakak Buah Warnai Idul Fitri Warga Lampung Barat Penuh Makna
Berita Daerah

Tradisi Sekura Cakak Buah Warnai Idul Fitri Warga Lampung Barat Penuh Makna

Redaksi
Redaksi
26 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Warga Lampung Barat meriahkan tradisi Sekura dengan topeng unik saat Idul Fitri

Lampung Barat, FaktaNow.pro –
Perayaan Idul Fitri di wilayah Lampung Barat kembali diwarnai dengan kemeriahan tradisi lokal yang sarat makna budaya dan kebersamaan. Salah satu tradisi yang menjadi sorotan adalah Pesta Sekura, khususnya kegiatan unik bertajuk Cakak Buah yang digelar di Pekon Canggu pada 6 Syawal 1447 Hijriah.

Berdasarkan unggahan akun media sosial Threads milik @lawanglampung, disebutkan bahwa kemeriahan Idul Fitri di Lampung Barat belum lengkap tanpa kehadiran Pesta Sekura. Tradisi ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan telah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

“Kemeriahan Idul Fitri di Lampung Barat belum lengkap tanpa Pesta Sekura. Hari ini, 6 Syawal 1447 H, Pekon Canggu menjadi saksi uniknya tradisi Cakak Buah,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Pesta Sekura sendiri merupakan tradisi turun-temurun yang telah lama dilestarikan oleh masyarakat Lampung Barat, khususnya di wilayah Liwa dan sekitarnya.

Dalam tradisi ini, warga mengenakan berbagai jenis topeng serta kostum unik yang sering kali terbuat dari bahan alami seperti dedaunan, ranting, hingga semak belukar yang dikenal dengan istilah “ngelimuk”.

Lebih lanjut, dalam unggahan tersebut juga dijelaskan bahwa Sekura bukan sekadar topeng atau penyamaran. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai simbol kebersamaan dan kesetaraan di tengah masyarakat.

“Bukan sekadar topeng, Sekura adalah simbol kebersamaan,” lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.

Dalam praktiknya, warga yang mengikuti tradisi Sekura akan saling mengunjungi dari satu rumah ke rumah lain dalam suasana penuh kegembiraan. 

Mereka mengenakan penyamaran sehingga identitas asli sering kali tidak dikenali. Hal ini menciptakan suasana yang unik, di mana status sosial, latar belakang, dan perbedaan lainnya seolah hilang, digantikan oleh semangat persaudaraan.

“Melalui anjau pekon, warga saling mengunjungi dengan penyamaran khas menggunakan semak belukar atau ‘ngelimuk’. Di balik topeng-topeng ini, semua setara dalam kegembiraan silaturahmi,” tulis akun tersebut.

Tradisi anjau pekon sendiri merupakan kegiatan saling berkunjung antarwarga dalam satu wilayah desa atau pekon. Dalam konteks Pesta Sekura, kegiatan ini menjadi semakin menarik karena dilakukan dengan penyamaran yang kreatif dan penuh kejutan.

Berdasarkan pantauan dari dokumentasi visual yang turut dibagikan dalam unggahan tersebut, terlihat suasana ramai di jalanan Pekon Canggu. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti perayaan. 

Beberapa di antaranya mengenakan topeng dengan desain wajah unik, lengkap dengan hiasan rambut dari serat alami, sementara yang lain menggunakan pakaian sederhana yang dipadukan dengan atribut khas Sekura.

Di latar belakang, terlihat kerumunan masyarakat yang berkumpul, sebagian menggunakan sepeda motor, sementara lainnya berjalan kaki menikmati suasana perayaan. Aktivitas ini mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Cakak Buah yang disebut dalam unggahan tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri. Meski tidak dijelaskan secara rinci dalam unggahan, Cakak Buah umumnya dikenal sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sekura yang melibatkan interaksi antarwarga dalam suasana penuh canda dan kegembiraan.

Pelaksanaan tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat. Melalui penyamaran, warga dapat berinteraksi tanpa sekat, menciptakan ruang yang inklusif dan mempererat hubungan sosial antarindividu.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Di saat banyak tradisi mulai ditinggalkan, masyarakat Lampung Barat justru menunjukkan komitmen untuk menjaga dan merawat warisan budaya mereka.

Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan tradisi ini tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban. Keramaian yang terjadi selama perayaan membutuhkan pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat terkait pelaksanaan Pesta Sekura tahun ini. Namun, berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial, kegiatan tersebut berlangsung dengan meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Fenomena ini juga menunjukkan peran media sosial dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas. Melalui platform seperti Threads, tradisi yang sebelumnya hanya dikenal di tingkat lokal kini dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Ke depan, diharapkan tradisi Sekura dan kegiatan seperti Cakak Buah dapat terus dilestarikan serta dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Selain sebagai identitas lokal, tradisi ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Dengan semangat kebersamaan yang diusung, Pesta Sekura tidak hanya menjadi simbol perayaan Idul Fitri, tetapi juga cerminan nilai-nilai sosial yang masih kuat di tengah masyarakat Lampung Barat.

Penulis: (iskandar)
>>> Berita Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Posting Komentar
Klik di sini  jika berminat untuk bergabung
Iklan
▣ BeritaEkonomi
Memuat Berita Ekonomi...
Foto saya
Redaksi
Lihat profil lengkapku

Kabar Pilihan

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Redaksi- Selasa, Oktober 27, 2026 0
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Most Popular

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Selasa, Oktober 27, 2026
Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Selasa, Oktober 27, 2026
Berita Wisata
Memuat...

Post Sosial

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Selasa, Oktober 27, 2026
Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Selasa, Oktober 27, 2026

Post Ekonomi

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Rabu, Mei 13, 2026
Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Rabu, Mei 13, 2026
Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Selasa, Mei 12, 2026
Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rabu, September 30, 2026

Post Nasional

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Rabu, Mei 13, 2026
Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Rabu, Mei 13, 2026
Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Selasa, Mei 12, 2026

POPULER POST

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rabu, September 30, 2026
Danrem 143/HO Buka Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI, Meriahkan HUT Ke-81 TNI

Danrem 143/HO Buka Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI, Meriahkan HUT Ke-81 TNI

Senin, September 28, 2026
Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
© 2019 PT Karya Gemilang Pemburu Fakta — Portal Berita Aktual dan Terpercaya. All Rights Reserved.
  • Compeny Profile
  • Dislamer
  • Kemerdekaan Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy
  • Redaksi