Wisatawan Nonmuslim Masuk Masjid Istiqlal, Netizen Soroti Sikap Toleransi - FaktaNow.pro
/* ============================= */ /* KHUSUS HOMEPAGE SAJA */ /* ============================= */ body:not(.item){ /* BACKGROUND HALAMAN */ background:#022c22; } /* ============================= */ /* POSTINGAN BOX */ /* ============================= */ body:not(.item) .post-outer{ background:linear-gradient(135deg,#064e3b,#065f46); padding:10px; border-radius:12px; margin-bottom:8px; border:1px solid rgba(255,255,255,0.06); box-shadow:0 2px 6px rgba(0,0,0,0.25); transition:0.3s; } /* HOVER HALUS */ body:not(.item) .post-outer:hover{ transform:translateY(-2px); box-shadow:0 4px 10px rgba(0,0,0,0.35); } /* ============================= */ /* JUDUL */ /* ============================= */ body:not(.item) .post-title, body:not(.item) .entry-title{ color:#ecfdf5; font-size:15px; margin:6px 0; line-height:1.3; } /* ============================= */ /* TEKS RINGKAS */ /* ============================= */ body:not(.item) .post-snippet{ color:#d1fae5; font-size:13px; margin:5px 0; line-height:1.4; } /* ============================= */ /* GAMBAR */ /* ============================= */ body:not(.item) .post-outer img{ width:100%; border-radius:10px; margin:5px 0; } /* ============================= */ /* PEMBATAS HALUS */ /* ============================= */ body:not(.item) .post-outer::after{ content:""; display:block; height:1px; background:rgba(255,255,255,0.07); margin-top:8px; } /* ============================= */ /* HILANGKAN JARAK BERLEBIH */ /* ============================= */ body:not(.item) .blog-posts{ margin:0; padding:0; } /* ============================= */ /* RESPONSIF HP */ /* ============================= */ @media(max-width:768px){ body:not(.item) .post-outer{ padding:8px; margin-bottom:6px; } body:not(.item) .post-title{ font-size:14px; } body:not(.item) .post-snippet{ font-size:12px; } }

Wisatawan Nonmuslim Masuk Masjid Istiqlal, Netizen Soroti Sikap Toleransi

Wisatawan asing mengenakan sarung yang disediakan petugas sebelum memasuki area Masjid Istiqlal sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan tempat ibadah.

Jakarta, Lampugpun
– Unggahan sebuah akun media sosial di platform Threads yang menampilkan aktivitas wisatawan asing di kawasan Masjid Istiqlal menjadi perbincangan warganet. Dalam unggahan tersebut terlihat sejumlah pengunjung nonmuslim yang memasuki area masjid dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pengelola.

Akun bushcoo mengunggah penjelasan singkat mengenai masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut. Dalam keterangannya disebutkan bahwa Masjid Istiqlal memang dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di dunia dan mampu menampung sekitar 200.000 jamaah.

“Ya, Masjid Istiqlal memang dikenal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara dan termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Masjid yang berada di Jakarta ini mampu menampung sekitar 200.000 jamaah dan menjadi masjid nasional Indonesia,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, Masjid Istiqlal juga dikenal sebagai ikon arsitektur dan tujuan wisata religi yang sering dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kompleks masjid yang berdiri di pusat ibu kota ini kerap menjadi salah satu destinasi bagi turis asing yang ingin melihat langsung bangunan bersejarah tersebut.

Dalam video yang beredar di unggahan itu, beberapa wisatawan tampak mengenakan kain penutup atau sarung yang dipinjamkan oleh petugas sebelum memasuki area dalam masjid. Prosedur tersebut merupakan bagian dari aturan bagi pengunjung nonmuslim agar tetap menghormati kesucian tempat ibadah.

Pengelola Masjid Istiqlal selama ini memang menyediakan layanan pemandu wisata bagi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah, arsitektur, serta fungsi sosial masjid tersebut. Para tamu dari berbagai negara biasanya diarahkan untuk mengenakan pakaian yang sopan sebelum memasuki area utama.

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari pengguna media sosial. Sebagian warganet menilai sikap terbuka masjid terhadap pengunjung dari latar belakang berbeda merupakan contoh toleransi beragama di Indonesia.

Salah satu pengguna Threads menyampaikan bahwa tamu yang datang tetap dipersilakan masuk selama mengikuti prosedur yang berlaku. Ia menilai pendekatan tersebut mencerminkan nilai keramahan yang sering diperlihatkan oleh masyarakat Indonesia kepada wisatawan.

“Nah begini, tamu dipersilakan masuk dengan prosedur walaupun mungkin nonmuslim dan tidak mengetahui aturan Islam. Mereka tetap diterima dan dipersilakan, bukan malah dianggap mengotori,” tulis salah seorang pengguna dalam kolom komentar unggahan tersebut.

Pendapat serupa juga disampaikan pengguna lainnya yang melihat kunjungan wisatawan ke masjid dapat menjadi sarana memperkenalkan Islam secara damai. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membuka pemahaman baru bagi orang yang sebelumnya belum mengenal tradisi Islam.

“Tidak ada yang tahu kapan seseorang tersentuh hatinya. Bisa saja saat berkunjung ke Masjid Istiqlal, ia justru mendapatkan pengalaman yang membuatnya semakin mengenal Islam,” tulis pengguna lain.

Namun demikian, ada pula komentar yang mempertanyakan aturan kunjungan bagi wisatawan asing, khususnya terkait prosedur masuk dan apakah pengunjung diwajibkan membayar biaya tertentu atau tidak. Pertanyaan tersebut muncul karena sebagian warganet belum mengetahui mekanisme kunjungan wisata religi di Masjid Istiqlal.

Pihak pengelola Masjid Istiqlal sebelumnya telah menjelaskan bahwa kunjungan wisata pada dasarnya diperbolehkan selama pengunjung mematuhi aturan yang berlaku. Beberapa ketentuan yang diterapkan antara lain berpakaian sopan, menjaga ketertiban, serta tidak mengganggu jamaah yang sedang melaksanakan ibadah.

Masjid Istiqlal sendiri memiliki nilai sejarah penting bagi Indonesia. Pembangunannya dimulai pada era Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, sebagai simbol kemerdekaan bangsa. Nama “Istiqlal” yang berasal dari bahasa Arab memiliki arti kemerdekaan.

Masjid tersebut dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban dan mulai dibangun pada tahun 1961 sebelum akhirnya diresmikan pada tahun 1978. Bangunan megah dengan kubah besar itu hingga kini menjadi salah satu landmark penting di Jakarta.

Lokasinya yang berada di seberang Gereja Katedral Jakarta juga sering disebut sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia. Kedua tempat ibadah tersebut berdiri berdampingan dan sering menjadi contoh kerukunan yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Masjid Istiqlal juga mengalami proses revitalisasi untuk memperbaiki fasilitas serta meningkatkan kenyamanan bagi jamaah dan pengunjung. Program renovasi tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2021.

Dengan berbagai fungsi yang dimilikinya, Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang interaksi sosial dan budaya. Kunjungan wisatawan dari berbagai negara turut memperkuat peran masjid sebagai tempat dialog dan pengenalan budaya Islam kepada dunia.

Perbincangan yang muncul di media sosial terkait unggahan tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu toleransi dan etika kunjungan ke tempat ibadah. Meski memunculkan berbagai pandangan, sebagian besar warganet menilai bahwa sikap saling menghormati merupakan kunci utama dalam menjaga keharmonisan.

Hingga kini, unggahan tersebut terus mendapat respons dari pengguna Threads. Diskusi yang berkembang menunjukkan bagaimana media sosial menjadi ruang pertukaran pandangan masyarakat mengenai nilai-nilai keberagaman dan penghormatan terhadap tempat ibadah.

Penulis: (iskandar).