Orang Tua Diminta Bijak Memilih Sekolah Anak -->
Telusuri
24 C
id
var now = new Date(); document.write( "" + " " + dayName[now.getDay()] + "," + " " + monName[now.getMonth()] + " " + now.getDate() + "," + " " + [now.getFullYear()]) ;
  • Home
  • Forum Berita
  • Baca Selengkapnya
  • Redaksi
  • Contact
.faktanow.pro
Buy template blogger
  • Home
  • Berita Daerah
    • 🇮🇩 Berita Nasional
    • 📍 Berita Daerah
    • 🏛️ Politik
    • 💰 Ekonomi
    • ⚖️ Hukum & Kriminal
    • 🎓 Pendidikan
    • 🩺 Berita Kesehatan
    • 💻 Teknologi
    • 🚗 Otomotif
    • 🌍 Internasional
  • Gadget
    • 💻 Teknologi
    • 🚗 Otomotif
  • ✨ Lifestyle

  • 🏛 Redaksi 📜 Kode Etik Jurnalistik ℹ️ Tentang Kami ⚠️ Disclaimer
    📍 Pringsewu 🌴 Lampung 🏘️ Gadingrejo 🌊 Tulang Bawang 🗺️ Lampung Selatan
    🚨 Peristiwa 🤝 Sosial ⚽ Olahraga ✨ Lifestyle 📝 Opini 🔥 Viral
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
.faktanow.pro
Telusuri
Beranda Berita Pendidikan Orang Tua Diminta Bijak Memilih Sekolah Anak
Berita Pendidikan

Orang Tua Diminta Bijak Memilih Sekolah Anak

Redaksi
Redaksi
01 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Suasana podcast Mom’s Corner membahas pentingnya peran orang tua dalam memilih sekolah anak sesuai karakter dan potensi.

Panengahan, Fakta Pendidikan
– Tren pemilihan sekolah anak kembali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan dari akun media sosial tumbuh_bareng_anak memicu diskusi luas di kalangan orang tua. Dalam rangkaian unggahan tersebut, akun ini membagikan rangkuman pemikiran dari sebuah podcast pendidikan yang menyoroti kesalahan umum orang tua dalam menentukan sekolah bagi anak.

Unggahan itu diawali dengan pernyataan, “Tadi subuh habis nonton podcast Mom's Corner bareng Mbak Najelaa Shihab (Pendidik & Psikolog). Sumpah, bahasannya ‘daging’ banget buat kita yang lagi galau mikirin pendidikan anak.” Akun tersebut juga menambahkan bahwa ada satu poin penting yang dianggap sebagai “tamparan keras” bagi orang tua. “Ada satu tamparan keras soal kesalahan terbesar orang tua saat memilih sekolah. Aku bantu rangkumin insight pentingnya ya!” tulisnya.

Dalam lanjutan unggahan, akun tersebut mengangkat fenomena umum yang sering dialami orang tua. “Bunda sering bingung pilih sekolah? Swasta, Negeri, Internasional, atau Sekolah Alam?” tulisnya. Kebingungan tersebut disebut sebagai hal yang wajar, bahkan positif. “Kata Mbak Ela: Bingung itu pertanda bagus! Artinya kita mikir dan nggak asal masukin anak ke sekolah.”

Namun demikian, unggahan tersebut menekankan adanya kesalahan mendasar yang kerap terjadi. “Tapi, kesalahan terbesar kita seringkali adalah: Menjadikan sekolah sekadar ‘batu loncatan’. Milih SD A cuma biar nanti gampang masuk SMP B.” Pernyataan ini mengkritik pola pikir jangka pendek yang masih banyak digunakan dalam menentukan pilihan pendidikan anak.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa sekolah seharusnya tidak dipandang sebagai alat untuk sekadar mendapatkan ijazah. “Padahal, sekolah itu jembatan menuju KEHIDUPAN NYATA, bukan jembatan buat cari selembar ijazah.” Unggahan tersebut juga menyoroti tujuan utama pendidikan anak. “Tujuan anak sekolah adalah supaya dia ‘Kompeten’. Bukan cuma pintar hafal perkalian, tapi juga pintar meregulasi emosi, berani menyelesaikan konflik dengan teman, dan bisa mengambil keputusan di dunia nyata.”

Akun tersebut kemudian memberikan panduan awal dalam memilih sekolah. Alih-alih langsung melakukan riset terhadap sekolah, orang tua diminta untuk memulai dari dalam keluarga. “Terus gimana cara mulai milih sekolah? Jangan mulai dari riset sekolahnya, tapi mulai dari Tujuan Pengasuhan Bunda dan Ayah di rumah.”

Pernyataan ini menekankan bahwa peran utama pendidikan tetap berada di tangan orang tua. “Ingat, sekolah itu cuma supporting system. Madrasah dan guru utamanya tetap orang tua di rumah.” Dalam konteks ini, sekolah diposisikan sebagai pendukung, bukan penentu utama keberhasilan pendidikan anak.

Unggahan tersebut juga mengingatkan bahwa tanpa tujuan pengasuhan yang jelas, orang tua akan mudah terpengaruh tren. “Kalau kita nggak punya tujuan pengasuhan yang jelas, wajar kita jadi gampang ikut-ikutan tren sekolah orang lain.”

Fenomena mengikuti tren ini menjadi salah satu kritik utama dalam unggahan tersebut. “Hati-hati FOMO kemakan tren! Anak tetangga masuk sekolah International, kita ikutan. Anak seleb masuk sekolah Alam, kita ikutan.” Pernyataan ini menggambarkan bagaimana keputusan penting sering kali didorong oleh tekanan sosial, bukan kebutuhan anak.

Lebih jauh, akun tersebut menegaskan bahwa indikator sekolah terbaik bukanlah biaya atau fasilitas. “Padahal sekolah yang paling bagus itu bukan yang SPP-nya paling mahal atau fasilitasnya paling mewah, tapi sekolah yang paling cocok dengan karakter, kepribadian, dan potensi anak kita.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan banyak pakar pendidikan yang menekankan pentingnya pendekatan individual dalam proses belajar anak. Setiap anak memiliki kebutuhan, gaya belajar, dan potensi yang berbeda, sehingga tidak ada satu jenis sekolah yang cocok untuk semua.

Diskursus ini muncul di tengah meningkatnya variasi pilihan pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah negeri, swasta, internasional, hingga sekolah berbasis alam atau kurikulum alternatif. Banyaknya pilihan ini di satu sisi memberikan keleluasaan, namun di sisi lain juga menimbulkan kebingungan bagi orang tua.

Pengamat pendidikan menilai bahwa fenomena ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat terhadap pendidikan. Jika sebelumnya fokus utama adalah akses, kini bergeser ke kualitas dan kesesuaian. Namun, perubahan ini belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman yang matang.

Unggahan tumbuh_bareng_anak menjadi refleksi atas kondisi tersebut, sekaligus pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar soal institusi, melainkan proses panjang yang dimulai dari rumah. Dengan menempatkan orang tua sebagai aktor utama, pendekatan ini menekankan pentingnya konsistensi antara nilai yang diajarkan di rumah dan di sekolah.

Selain itu, penekanan pada kompetensi juga menjadi poin penting dalam diskusi ini. Di era modern, kemampuan akademik saja tidak cukup. Anak perlu dibekali keterampilan hidup seperti pengelolaan emosi, kemampuan komunikasi, penyelesaian konflik, serta pengambilan keputusan.

Konten ini mendapat respons positif dari warganet, terlihat dari tingginya jumlah interaksi pada unggahan tersebut. Banyak orang tua merasa relate dengan kebingungan yang diangkat, sekaligus mendapatkan perspektif baru dalam melihat pendidikan anak.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Faktor ekonomi, lokasi, serta akses terhadap pendidikan tetap menjadi pertimbangan penting. Oleh karena itu, keputusan memilih sekolah perlu mempertimbangkan berbagai aspek secara seimbang.

Pada akhirnya, pesan utama dari unggahan tersebut adalah pentingnya kesadaran dan kejelasan tujuan dalam mendidik anak. Sekolah bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk membentuk individu yang siap menghadapi kehidupan nyata.

Dengan memahami hal ini, orang tua diharapkan tidak lagi terjebak dalam tren atau tekanan sosial, melainkan mampu mengambil keputusan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan dan masa depan anak.


Penulis ™[ iskandar]

>>> Berita Pendidikan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Posting Komentar
Klik di sini  jika berminat untuk bergabung
Iklan
▣ BeritaEkonomi
Memuat Berita Ekonomi...
Foto saya
Redaksi
Lihat profil lengkapku

Kabar Pilihan

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Redaksi- Selasa, Oktober 27, 2026 0
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Most Popular

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Selasa, Oktober 27, 2026
Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Selasa, Oktober 27, 2026
Berita Wisata
Memuat...

Post Sosial

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Asep Rahmat Hidayat Menang, Raih 690 Suara di Pilkakon Sukamulya

Selasa, Oktober 27, 2026
Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Enam Pekon di Banyumas Tuntaskan Pilkakon, Ini Hasil Perolehan Suaranya

Selasa, Oktober 27, 2026

Post Ekonomi

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Rabu, Mei 13, 2026
Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Rabu, Mei 13, 2026
Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Selasa, Mei 12, 2026
Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rabu, September 30, 2026

Post Nasional

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Viper Cafe Lampung Hadirkan Hiburan Malam Elegan

Rabu, Mei 13, 2026
Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Harapan Jaya Pringsewu Permudah Akses Perjalanan Antar Provinsi, Warga Kini Lebih Mudah Pesan Tiket dan Kirim Barang

Rabu, Mei 13, 2026
Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Sorotan Koperasi Desa Memicu Polemik Transparansi Pembangunan

Selasa, Mei 12, 2026

POPULER POST

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rumah Warga Karangwuluh Tegal Terbakar Dini Hari

Rabu, September 30, 2026
Danrem 143/HO Buka Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI, Meriahkan HUT Ke-81 TNI

Danrem 143/HO Buka Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI, Meriahkan HUT Ke-81 TNI

Senin, September 28, 2026
Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Bambang Hartono Tunjuk Dua Advokat Hadapi Gugatan Perdata

Sabtu, Oktober 24, 2026
© 2019 PT Karya Gemilang Pemburu Fakta — Portal Berita Aktual dan Terpercaya. All Rights Reserved.
  • Compeny Profile
  • Dislamer
  • Kemerdekaan Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy
  • Redaksi