Tikus Got Kebal Racun, Warga Frustrasi Berat

Kondisi sudut rumah yang diduga menjadi jalur tikus got, disertai tangkapan layar diskusi warganet tentang penggunaan racun dan lem tikus sebagai upaya pengendalian.

FAKTANOW.pro
- Panengahan, 1 April 2026  Sebuah unggahan di platform Threads mendadak menjadi perhatian warganet setelah seorang pengguna dengan akun “laaampion” membagikan keluhannya terkait serangan tikus got yang dinilai semakin sulit dikendalikan. Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi rumah yang diduga menjadi jalur keluar-masuk tikus, serta upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan, “Warga tolong info dong. Jadi dirumah kemasukan tikus got. Diracun udah, udh dimakan sm doi tp ga mati gila kuat bgt.” Ia mengungkapkan bahwa racun yang diberikan kepada tikus tersebut tidak memberikan efek mematikan, meskipun sudah dikonsumsi oleh hewan tersebut.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa berbagai metode lain telah dicoba, termasuk pemasangan perangkap. Namun, hasilnya tetap tidak memuaskan. “Dipasang prangkap udah ga kena loh cuma makanannya aja yg diambil cerdik banget,” tulisnya, menggambarkan kecerdikan tikus yang mampu menghindari jebakan.

Pemilik akun juga mengungkapkan kekhawatirannya karena aktivitasnya yang sering bepergian. Ia menduga tikus tersebut bahkan telah membuat jalur khusus untuk melarikan diri. “Gue kan sering pergi ya, nah doi ternyata bikin jalur kayanya buat kabur deh,” lanjutnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia berencana menggunakan lem tikus di sepanjang jalur yang diduga sering dilalui hewan tersebut. Ia pun meminta saran dari warganet terkait efektivitas metode tersebut. “Rencana mau kasih lem ini disepanjang jalur dia lewat, yg pernah ngalamin info dong ini ampuh gak? Kalo ga ampuh pake apa lagi?” tulisnya.

Unggahan tersebut ditutup dengan ungkapan frustrasi yang menggambarkan kondisi psikologisnya akibat gangguan tersebut. “Frustasi bgt ada tikus dirumah geli.”

Unggahan ini kemudian memicu beragam respons dari warganet. Salah satu akun bernama “kresnadjaya” memberikan saran penggunaan racun tikus tertentu. Ia menuliskan, “Cari racun tikus merk Mao Wang, kalo beneran asli nanti lo sendiri yang kecapean beresin bangke, dulu sempet beli buat di kostan, sehari dapet 9 tikus, sampe penjaga kostnya minta gua stop ngeracun capek beresin bangke tikus bertebaran.”

Menanggapi hal tersebut, pemilik akun “laaampion” merespons singkat, “Ohiya bang? Makasih bang infonya langsung kubeli deh.” Respons ini menunjukkan ketertarikan untuk mencoba metode yang disarankan, meskipun belum dapat diverifikasi efektivitas maupun keamanannya.

Selain itu, pengguna lain dengan akun “rikaristanp” juga berbagi pengalaman menggunakan metode berbeda. Ia menulis, “Aku pake lem tikus gajah yg kayak buku dibuka itu kak, lumayan semalem aja udah ketangkep tikusnya lengket.” Pernyataan ini menguatkan opsi penggunaan lem tikus sebagai alternatif solusi.

Pemilik akun kembali menanggapi dengan pertanyaan lanjutan, “Ohiya? Yang buku lebih works ya ka? Btw tikus curut apa yang gede kak?” Pertanyaan tersebut menunjukkan upaya menggali informasi lebih detail terkait jenis tikus dan efektivitas alat yang digunakan.

Fenomena ini mencerminkan permasalahan umum yang kerap dihadapi masyarakat perkotaan maupun pinggiran, yaitu meningkatnya populasi tikus got yang sulit dikendalikan. Tikus jenis ini dikenal memiliki daya tahan tinggi serta kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan, termasuk terhadap racun dan perangkap.

Namun demikian, para ahli kesehatan lingkungan umumnya mengingatkan agar penggunaan racun tikus dilakukan dengan hati-hati, mengingat potensi risiko terhadap manusia, hewan peliharaan, serta lingkungan sekitar. Alternatif lain seperti menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk, serta penggunaan perangkap yang aman kerap disarankan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai keberhasilan metode yang akan digunakan oleh pemilik akun tersebut. Meski demikian, diskusi yang berkembang di media sosial menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap persoalan ini, sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan solusi antarwarga.

Peristiwa ini juga menegaskan peran media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif dalam menyampaikan keluhan, mencari solusi, serta membangun interaksi sosial di tengah permasalahan sehari-hari.

Penulis: (iskandar)

6959145 Tambahkan kode berikut ke situs Anda: