@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Bhabinkamtibmas Gerakkan Kepedulian Selamatkan Lansia Lamongan Sendiri

AIPDA Nanang Sumantri, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti, memeriksa kondisi tangan Mbah Ranti (93) yang mengalami luka usai terjatuh di kediamannya di Dusun Kedungglonggong, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, Rabu (8/7/2026). Kepeduliannya menggerakkan bantuan dari berbagai pihak.
LAMONGAN, FAKTANOW.PRO  – Kepedulian seorang Bhabinkamtibmas di Kabupaten Lamongan menjadi awal mengalirnya berbagai bantuan bagi seorang lanjut usia yang hidup sebatang kara. Berawal dari kunjungan rutin ke desa binaan, kondisi memprihatinkan yang dialami Mbah Ranti (93), warga Dusun Kedungglonggong, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, akhirnya mendapat perhatian masyarakat, instansi, hingga para dermawan dari luar negeri.

Mbah Ranti diketahui tinggal seorang diri di rumah sederhana tanpa pendampingan keluarga. Beberapa waktu lalu, ia mengalami musibah terjatuh hingga menyebabkan luka pada bagian tangannya. Kondisi tersebut pertama kali diketahui oleh Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti, AIPDA Nanang Sumantri, S.H., saat melaksanakan kegiatan sambang warga pada Rabu (8/7/2026).

Melihat situasi tersebut, AIPDA Nanang mengaku terpanggil untuk membantu semampunya. Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan sosial yang dihadapi warga.

"Kami tidak bisa diam melihat kondisi seperti ini. Sebagai bagian dari masyarakat, tugas kami bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir mendengar persoalan warga serta menjadi penghubung dengan pihak-pihak yang dapat memberikan bantuan," ujar AIPDA Nanang.

Sebagai bentuk ikhtiar, ia kemudian mendokumentasikan kondisi Mbah Ranti dan mengunggahnya melalui akun media sosial pribadinya. Unggahan tersebut bertujuan mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut membantu meringankan beban hidup lansia tersebut.

Respons publik pun datang dengan cepat. Ribuan warganet memberikan doa serta dukungan moral. Tidak sedikit pula yang menghubungi AIPDA Nanang untuk menanyakan mekanisme penyaluran bantuan secara langsung kepada Mbah Ranti.

Perhatian juga datang dari berbagai pihak. Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Lamongan, Slamet, bersama tim mendatangi kediaman Mbah Ranti setelah mengetahui informasi tersebut melalui media sosial. Mereka kemudian melakukan pemasangan sambungan listrik secara gratis sehingga rumah Mbah Ranti kini dapat menikmati penerangan yang lebih layak.

Selain itu, bantuan finansial turut diberikan oleh seorang warga asal Lamongan yang saat ini bekerja di Korea Selatan. Donatur tersebut memilih tidak dipublikasikan identitasnya dan mempercayakan penyaluran donasi sebesar Rp500.000 kepada AIPDA Nanang untuk diserahkan langsung kepada penerima.

Mbah Ranti mengaku bersyukur atas perhatian yang diterimanya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak semuanya. Saya kira saya sudah dilupakan dunia, ternyata masih banyak orang baik yang peduli kepada saya. Semoga semua kebaikan dibalas Tuhan dengan berlipat ganda," tutur Mbah Ranti.

Perkembangan informasi tersebut juga telah diketahui oleh Dinas Sosial Kabupaten Lamongan. Instansi tersebut menyatakan akan menelusuri kondisi Mbah Ranti, termasuk memastikan kembali akses terhadap bantuan sosial yang sebelumnya disebut sempat terhenti.

AIPDA Nanang berharap media sosial dapat dimanfaatkan secara positif sebagai sarana membangun kepedulian sosial. Menurutnya, informasi yang disampaikan secara jujur dan bertanggung jawab mampu menggerakkan banyak orang untuk saling membantu.

"Informasi yang disampaikan dengan niat baik dapat mengetuk hati banyak orang. Satu langkah kecil kepedulian ternyata mampu membuka jalan bagi hadirnya berbagai bentuk bantuan," katanya.

Kisah Mbah Ranti menjadi gambaran bahwa kepedulian individu dapat memicu lahirnya solidaritas yang lebih luas. Berawal dari perhatian seorang Bhabinkamtibmas saat menjalankan tugas, bantuan berdatangan dari masyarakat, dunia usaha, perantau, hingga pemerintah daerah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat nilai gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sosial di Kabupaten Lamongan.

Pengirim: (Iswanto)