@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Bhabinkamtibmas Sidomukti Tanamkan Disiplin Cegah Perundungan

Bhabinkamtibmas Sidomukti memberikan pembinaan disiplin dan pencegahan perundungan kepada peserta didik saat MPLS di SDN Sidomukti.
LAMONGAN, FAKTANOW.Pro – Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Aipda Nanang Sumantri, S.H., memberikan pembinaan kepada peserta didik dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua yang berlangsung di SPS SEDAP, KB/TK Dharma Wanita, dan SD Negeri Sidomukti, Rabu (15/7/2026). 

Kegiatan tersebut diisi dengan edukasi mengenai pentingnya disiplin, pembentukan karakter, serta pencegahan perundungan (bullying) sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Kehadiran personel Polri dalam kegiatan MPLS merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan melalui pendekatan preventif dan edukatif. Selain memperkenalkan peran kepolisian kepada anak-anak, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif yang dapat menjadi bekal bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Nanang Sumantri yang akrab disapa Mas Bhabin Sidomukti menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Ia mengajak seluruh peserta didik agar membiasakan hidup disiplin sejak dini, mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru, menyayangi teman, serta berbakti kepada kedua orang tua.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai dari kebiasaan-kebiasaan baik yang diterapkan setiap hari. Disiplin datang tepat waktu, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, bersikap sopan, dan bertanggung jawab terhadap tugas merupakan contoh sederhana yang akan membentuk karakter positif anak di masa depan.

"Kebiasaan baik yang dimulai sekarang akan membentuk kalian menjadi pribadi yang berprestasi dan bermanfaat nantinya. Mari kita saling menghargai dan berbuat baik kepada sesama," ujar Aipda Nanang Sumantri di hadapan para siswa, guru, dan wali murid.

Selain menanamkan kedisiplinan, materi yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh rasa aman, nyaman, dan bahagia selama mengikuti proses belajar mengajar.

Ia mengingatkan bahwa tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan fisik ataupun verbal terhadap teman bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan. Sebaliknya, para siswa diajak membangun budaya saling menghormati, saling membantu, dan menghargai perbedaan yang ada di antara sesama teman.

Mas Bhabin juga mengimbau agar anak-anak tidak takut melapor kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Menurutnya, keberanian untuk berbicara menjadi langkah penting agar persoalan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, bermain, dan mengembangkan potensi diri. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Tidak hanya memberikan pembinaan kepada peserta didik, Aipda Nanang juga mengajak para guru serta orang tua untuk terus memperkuat komunikasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, pendidikan karakter akan berjalan lebih optimal apabila terdapat sinergi yang baik antara keluarga, sekolah, pemerintah desa, dan kepolisian.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap perilaku anak tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Peran orang tua di rumah menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan positif, termasuk memberikan teladan mengenai sikap saling menghormati, disiplin, serta bertanggung jawab.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kegiatan pembinaan yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tujuan pelaksanaan MPLS, yakni membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter yang baik sejak awal memasuki jenjang pendidikan.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan bersahabat, suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, termasuk saat diberikan contoh-contoh sederhana mengenai pentingnya bersikap sopan, menjaga persahabatan, dan menghindari perilaku yang dapat menyakiti orang lain.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di sekolah diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan anak-anak terhadap aparat kepolisian sebagai mitra masyarakat.

Pembinaan karakter sejak usia dini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan generasi yang memiliki integritas, disiplin, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tertanam hingga anak-anak tumbuh dewasa dan mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta didik mampu menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, serta berperan aktif menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah desa, dan Polri diharapkan terus terjalin guna mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang berkualitas serta pembentukan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, disiplin, dan berprestasi.

Jurnalis: (Iswanto).