@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Ratu Farah Bercita Jadi Jurnalis Dunia

Ratu Farah, siswi kelas 1 MI Bahrul Ulum, menunjukkan semangat meraih cita-cita menjadi jurnalis internasional.
LAMONGAN, FAKTANOW.pro  – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan dunia digital, semangat untuk menekuni profesi jurnalistik mulai tumbuh sejak usia dini. Cita-cita tersebut tercermin pada diri Ratu Farah, siswi kelas 1 MI Bahrul Ulum, Dusun Dermo, Kabupaten Lamongan, yang memiliki impian menjadi jurnalis internasional dengan menjadikan perjalanan profesi sang ayah sebagai sumber inspirasi.

Pada Sabtu (4/7/2026), Ratu Farah mengungkapkan keinginannya untuk mengikuti jejak ayahnya yang telah lama berkecimpung di dunia pers dan aktif meliput berbagai peristiwa untuk sejumlah media lokal maupun nasional. Menurutnya, profesi jurnalis bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Dream" yang dalam bahasa Indonesia berarti "mimpi", menjadi satu kata yang paling menggambarkan semangat Ratu Farah dalam menatap masa depannya. Bagi siswi yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut, mimpi merupakan tekad yang harus diwujudkan melalui kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar.

"Saya ingin menjadi jurnalis internasional seperti ayah. Saya ingin meliput berbagai peristiwa di banyak negara, mengenalkan budaya masyarakat dunia, dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat," ujar Ratu Farah penuh antusias.

Keinginan itu tumbuh dari kebiasaannya melihat aktivitas sang ayah ketika menjalankan tugas jurnalistik. Ia sering memperhatikan proses peliputan, wawancara dengan narasumber, pengumpulan data, hingga penyusunan berita sebelum dipublikasikan. Pengalaman tersebut secara perlahan menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus ketertarikan terhadap dunia jurnalistik.

Meski usianya masih belia, Ratu Farah mulai mempersiapkan diri untuk mewujudkan cita-citanya. Ia gemar membaca berbagai buku pengetahuan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta berusaha memperluas wawasan melalui pembelajaran di sekolah maupun lingkungan sekitarnya. 

Menurutnya, seorang jurnalis harus memiliki pengetahuan yang luas, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam menyampaikan informasi.

Dukungan penuh juga diberikan oleh ayahnya. Ia mengaku akan terus membimbing putrinya agar memahami nilai-nilai dasar jurnalistik, termasuk pentingnya memegang teguh etika profesi, melakukan verifikasi informasi, menghormati narasumber, serta mengedepankan kepentingan publik dalam setiap karya jurnalistik.

Menurutnya, menjadi wartawan tidak hanya membutuhkan keberanian untuk mencari fakta, tetapi juga integritas, tanggung jawab, serta komitmen menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.

Harapan serupa turut disampaikan oleh lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Mereka menilai semangat belajar dan cita-cita yang dimiliki Ratu Farah merupakan contoh positif bagi anak-anak seusianya untuk berani memiliki impian besar sekaligus berusaha mewujudkannya melalui pendidikan dan kerja keras.

Di era keterbukaan informasi saat ini, profesi jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Kehadiran generasi muda yang memiliki minat terhadap dunia jurnalistik diharapkan mampu memperkuat kualitas pers Indonesia pada masa mendatang, sekaligus menghadirkan karya-karya yang menjunjung tinggi nilai profesionalisme, independensi, dan kepentingan masyarakat.

Perjalanan Ratu Farah masih panjang. Namun, tekad yang telah tumbuh sejak dini menjadi modal berharga untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin dinamis.

Dengan dukungan keluarga, sekolah, serta lingkungan sekitarnya, cita-cita menjadi jurnalis internasional diharapkan dapat diwujudkan melalui proses yang konsisten, berintegritas, dan sejalan dengan nilai-nilai Kode Etik Jurnalistik.

Penulis: (Iswanto).