Ibu Ariyanti Mengaku Korban Aplikasi Snapboost
Tanggamus, FaktaNow.pro -- Menanggapi informasi yang beredar terkait dugaan penipuan melalui aplikasi Snapboost, pihak Ibu Ariyanti, melalui anaknya yang mewakili penyampaian keterangan, menegaskan bahwa keluarga mereka juga merupakan korban dalam perkara tersebut.
Menurutnya, Ibu Ariyanti bukanlah pengelola maupun pihak yang mengendalikan aplikasi. Ia mengaku bergabung karena diajak oleh seseorang yang berada di atasnya dalam jaringan tersebut dan hanya berstatus sebagai anggota.
"Ibu saya juga diajak oleh orang lain yang posisinya di atas. Kami hanya ikut sebagai anggota, bukan pemilik atau pengelola aplikasi. Justru kami juga mengalami kerugian dan menjadi korban," ujarnya.
Saat ditanya mengenai skema bisnis maupun bentuk usaha yang dijalankan aplikasi tersebut, pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara rinci karena hanya mengikuti ajakan dari pihak lain.
Terkait pihak yang pertama kali mengajak bergabung, keluarga menyebut bahwa orang tersebut saat ini sudah tidak dapat dihubungi sehingga mereka juga kesulitan meminta pertanggungjawaban.
Selain itu, pihak keluarga menyampaikan bahwa persoalan dengan pelapor telah diselesaikan secara kekeluargaan. Oleh karena itu, mereka berharap permasalahan tersebut tidak lagi berkembang menjadi polemik yang berkepanjangan.
"Kami tidak ingin persoalan ini terus diangkat karena kami menganggap permasalahan ini sudah selesai secara kekeluargaan. Kami berharap tidak ada lagi pemberitaan yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," ujar perwakilan keluarga.
Meski demikian, pihak keluarga berharap apabila aparat penegak hukum tetap melakukan penyelidikan, proses tersebut dapat mengarah kepada pihak yang diduga menjadi pengendali utama aplikasi, sehingga seluruh korban memperoleh kejelasan dan kepastian hukum.
Versi ini lebih sesuai dengan gaya penulisan berita karena memuat hak jawab secara proporsional, tanpa menghilangkan substansi pernyataan pihak Ibu Ariyanti. Ini juga membantu menjaga pemberitaan tetap berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Penulis: (rilis keluarga Ariyanti)
