Martabak Bangka Pinggir Jalan Pringsewu Diserbu Pembeli Saat Hari Kedua Lebaran
Lampung, FaktaNow.pro - Suasana Hari Raya Idul Fitri tidak hanya identik dengan silaturahmi dan tradisi saling berkunjung, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pedagang martabak di kawasan Pasar Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, yang mengalami lonjakan pembeli pada hari kedua Lebaran.
Lapak sederhana bertuliskan Martabak Daffa Bangka terlihat ramai diserbu pembeli sejak sore hingga malam hari. Pedagang yang dikenal dengan sebutan Mas Wasir ini mengaku dagangannya laris manis di momen Lebaran tahun ini. Ia berjualan di pinggir jalan sekitar area pasar, memanfaatkan tingginya mobilitas masyarakat yang keluar rumah untuk bersilaturahmi maupun sekadar menikmati suasana hari raya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean pembeli tampak silih berganti. Beberapa di antaranya rela menunggu cukup lama demi mendapatkan martabak yang dikenal memiliki cita rasa khas tersebut. Aroma adonan yang dipanggang di atas wajan besar menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan yang melintas.
Mas Wasir menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pembeli mulai terasa sejak hari pertama Lebaran dan mencapai puncaknya pada hari kedua. “Alhamdulillah, Lebaran ini pembeli ramai. Banyak yang datang setelah keliling atau habis dari rumah saudara,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitasnya melayani pelanggan.
Martabak yang dijual merupakan jenis martabak manis khas Bangka yang dikenal memiliki tekstur lembut di dalam dan renyah di bagian pinggir. Berbagai pilihan topping tersedia, mulai dari cokelat, kacang, keju, hingga kombinasi lainnya yang menjadi favorit pelanggan. Proses pembuatan yang masih dilakukan secara manual juga menambah kesan autentik pada produk yang ditawarkan.
Meskipun harga yang dipatok berkisar Rp25.000 per porsi, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi pembeli. Sebagian besar pelanggan menilai harga tersebut sebanding dengan kualitas rasa yang diberikan. “Rasanya enak, manisnya pas, dan pinggirnya renyah. Jadi walaupun harganya segitu, tetap worth it,” ujar salah satu pembeli yang enggan disebutkan namanya.
Fenomena meningkatnya penjualan kuliner kaki lima saat Lebaran bukanlah hal baru. Momentum ini kerap dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro untuk meraih keuntungan lebih besar dibandingkan hari biasa. Tingginya aktivitas masyarakat di luar rumah serta meningkatnya daya beli menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut.
Selain itu, keberadaan pedagang di lokasi strategis seperti pinggir jalan pasar turut mempermudah akses bagi konsumen. Pasar Sukoharjo sendiri dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Pringsewu, terutama saat momen-momen tertentu seperti hari raya.
Namun demikian, dalam pemberitaan ini perlu ditekankan bahwa seluruh informasi diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan serta keterangan dari pihak terkait. Prinsip keberimbangan dan akurasi tetap dijaga dengan tidak melebih-lebihkan kondisi yang ada, serta tidak mengandung unsur promosi berlebihan.
Dari sisi kebersihan dan keamanan pangan, pedagang juga diimbau untuk tetap menjaga kualitas produk yang dijual. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan konsumen, terlebih di tengah tingginya permintaan.
Momen Lebaran seperti ini diharapkan dapat terus menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Dukungan dari masyarakat dengan membeli produk lokal menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Hingga malam hari, aktivitas di lapak Martabak Daffa Bangka masih terlihat ramai. Lampu sederhana yang menerangi gerobak menjadi saksi bagaimana usaha kecil mampu bertahan dan bahkan berkembang di tengah momen kebersamaan Idul Fitri.
Penulis; (iskandar)
