@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Montserrat:wght@400;700&display=swap'); body { font-family: 'Montserrat', Arial, sans-serif; } 🌐 🌐
.@import url('https://fonts.googleapis.com/css2?family=Nunito+Sans:wght@400;700&display=swap'); h1, h2, h3, h4, h5, h6 { font-family: 'Nunito Sans', Arial, sans-serif; } /* PAKSA SEMUA JUDUL RELATED POST JADI HITAM */ .related-posts a, .related-posts a:link, .related-posts a:visited, .related-posts h3 a, .related-posts h4 a, .related-posts .title a, .related-posts .post-title a, .related-posts .related-title a{ color:#000000 !important; text-decoration:none !important; } /* Saat disentuh atau hover tetap hitam */ .related-posts a:hover, .related-posts a:active{ color:#000000 !important; }

Harga Sayur Lamongan Turun Drastis

Pedagang melayani pembeli sayuran di Pasar Sidomulyo Lamongan saat harga komoditas hortikultura menurun.
Lamongan, FaktaNow.pro – Hasil monitoring perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) yang dilakukan Sat Intelkam Polres Lamongan di sejumlah pasar tradisional pada Rabu (24/6/2026) menunjukkan stok kebutuhan pokok masyarakat masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan tomat mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras premium tercatat Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, gula kristal putih Rp17.000 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, daging sapi Rp120.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp26.000 per kilogram. Ketersediaan stok komoditas tersebut dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Sidomulyo, Mas Hendrik, mengatakan penurunan harga pada sejumlah komoditas pertanian dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan hasil panen dari petani. Menurut dia, dalam beberapa pekan terakhir pasokan cabai dan sayuran yang masuk ke pasar relatif melimpah sehingga stok di tingkat pedagang tetap tersedia.

“Pasokan dari petani saat ini cukup banyak, terutama untuk cabai dan berbagai jenis sayuran. Kondisi tersebut membuat persediaan di pasar relatif melimpah dibandingkan beberapa minggu sebelumnya,” ujar Hendrik saat ditemui di Pasar Sidomulyo.

Ia menjelaskan, melimpahnya pasokan belum diikuti peningkatan permintaan yang seimbang. Akibatnya, harga sejumlah komoditas mengalami penyesuaian di tingkat pasar. Menurut Hendrik, berkurangnya pembelian dari sejumlah dapur penyedia makanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

“Ketika pasokan meningkat sementara permintaan tidak bertambah, harga biasanya akan menyesuaikan. Saat ini kondisi itu terlihat pada beberapa komoditas hortikultura,” katanya.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik menyampaikan bahwa selama program berjalan, kebutuhan sayuran, cabai, dan bahan pangan lainnya cenderung meningkat. Namun, ia menilai berkurangnya aktivitas pembelian selama masa libur program turut memengaruhi permintaan pasar.

“Selama program berjalan, permintaan bahan pangan tertentu cukup tinggi. Saat program sedang libur, pembelian berkurang sehingga ada kemungkinan berpengaruh terhadap pergerakan harga beberapa komoditas,” ujarnya.

Meski demikian, Hendrik menegaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi harga tetap berkaitan dengan mekanisme pasar, khususnya keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Sementara itu, Polres Lamongan melalui jajaran Polsek terus melakukan monitoring, deteksi dini, serta patroli di pasar tradisional dan pasar modern guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun praktik penimbunan yang dapat memengaruhi pasokan barang di masyarakat.

Dengan kondisi stok yang masih mencukupi dan distribusi yang berjalan lancar, pemerintah serta aparat terkait berharap kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Lamongan tetap terpenuhi dan situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif.

Jurnalis: (suherman)