Jalan German–Sugio Rusak, Warga Desak Rekonstruksi
Lamongan, FaktaNow.pro – Kondisi ruas jalan penghubung Desa German, Kecamatan Kembangbahu, menuju Kecamatan Sugio melalui Desa Sekarbagus, Kabupaten Lamongan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik dinilai semakin parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Lamongan bagian barat.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan dengan tingkat yang cukup signifikan. Permukaan jalan tampak retak, berlubang, bergelombang, serta mengalami penurunan struktur di beberapa bagian. Sebagian lapisan aspal juga terlihat telah terkelupas, sehingga menyisakan lapisan dasar yang ikut mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut menyebabkan pengguna jalan harus mengurangi kecepatan kendaraan secara drastis demi menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terpaksa bermanuver untuk menghindari lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang ruas jalan.
Pada musim kemarau, kondisi jalan diperparah dengan munculnya debu tebal setiap kali kendaraan melintas. Debu yang beterbangan tidak hanya mengurangi jarak pandang pengguna jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar jalur tersebut. Sebaliknya, saat musim hujan, ruas jalan itu berubah menjadi licin dan dipenuhi genangan air yang meningkatkan potensi kecelakaan.
Warga setempat menilai jalan penghubung German–Sekarbagus–Sugio memiliki peran strategis sebagai jalur mobilitas masyarakat. Selain digunakan oleh warga untuk aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga menjadi akses utama distribusi hasil pertanian dan perdagangan antardesa.
Sejumlah petani mengaku mengalami peningkatan biaya transportasi akibat kondisi jalan yang rusak. Kendaraan pengangkut hasil panen, seperti gabah dan komoditas pertanian lainnya, harus melaju dengan kecepatan rendah untuk menghindari kerusakan kendaraan maupun risiko muatan jatuh di perjalanan. Kondisi ini berdampak pada bertambahnya waktu tempuh dan biaya operasional.
Dampak serupa juga dirasakan oleh para pelajar yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk menuju sekolah di wilayah Kecamatan Sugio. Mereka harus lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada pagi hari ketika arus lalu lintas mulai meningkat. Beberapa warga mengaku khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut.
Selain itu, para pedagang dan pekerja yang menggunakan jalur penghubung tersebut juga merasakan dampak langsung. Minimnya penerangan jalan di sejumlah titik, ditambah kondisi permukaan jalan yang rusak, dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
Keluhan mengenai kondisi jalan ini kerap menjadi pembahasan masyarakat dalam berbagai kesempatan, termasuk di warung-warung kopi yang berada di sekitar wilayah Desa German dan Desa Sekarbagus. Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Masyarakat menginginkan agar penanganan yang dilakukan tidak hanya berupa perbaikan sementara atau penambalan jalan, melainkan melalui rekonstruksi menyeluruh dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan beban kendaraan yang melintas. Sejumlah warga bahkan mengusulkan penggunaan konstruksi beton atau rigid pavement agar jalan lebih tahan terhadap intensitas lalu lintas kendaraan berat.
Selain perbaikan badan jalan, warga juga berharap dilakukan pembangunan dan normalisasi saluran drainase di sepanjang ruas jalan guna mencegah genangan air yang berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur.
Bagi masyarakat Lamongan bagian barat, keberadaan jalan yang layak dinilai bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan, perekonomian, dan kualitas hidup masyarakat sehari-hari. Warga berharap aspirasi yang selama ini disampaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Jurnalis: (sunar).