U-Ditch DI Kumisik Dipertanyakan, FMPP Minta Dokumen
TEGAL, FAKTANOW.pro - Kegiatan Penggunaan material beton berbentuk U-ditch dalam proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kumisik, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, menjadi sorotan Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP).
Sorotan tersebut berkaitan dengan kejelasan asal-usul material serta dokumen administrasi yang menyertai proses pengiriman U-ditch hingga ke lokasi proyek.
Ketua FMPP, Irwan Jaelani, mempertanyakan keberadaan dokumen yang dapat menjelaskan proses pengiriman material dari pabrik atau pemasok menuju lokasi pekerjaan.
Menurut Irwan, pertanyaan tersebut muncul setelah pihaknya mencermati sejumlah U-ditch yang telah terpasang di sepanjang jalur proyek. Dalam pengamatan di lapangan, beberapa material disebut tidak terlihat memiliki cap, tanda identitas, maupun emboss yang menunjukkan nama atau identitas pabrikan.
Terlihat tersebut, kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana bisa material. Terutama, apabila material tersebut memang didatangkan melalui proses pengiriman dari pabrik.
"Pertanyaan kami sederhana, kalau U-ditch ini memang dikirim dari pabrik, ke mana faktur pengirimannya?" tegas Irwan Jaelani.
Ia menjelaskan, dokumen seperti faktur, surat jalan, atau dokumen pendukung lainnya diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai asal material, pihak pemasok, jumlah material yang dikirim, hingga tujuan pengiriman.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi juga menyangkut transparansi dan keterlacakan material yang digunakan dalam pekerjaan dengan nilai anggaran yang disebut lebih dari Rp64 miliar.
“Dokumen pengiriman penting untuk memastikan keterlacakan material yang digunakan dalam pekerjaan,” ujarnya.
Meski demikian, FMPP tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hanya berdasarkan kondisi fisik material maupun belum terlihatnya identitas pabrikan pada sejumlah U-ditch.
FMPP mendorong pihak pelaksana pekerjaan dan instansi terkait memberikan penjelasan berdasarkan dokumen resmi, sehingga informasi mengenai asal-usul material dapat diketahui secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Irwan berharap pihak terkait dapat membuka informasi mengenai mekanisme pengadaan material, pemasok U-ditch, serta dokumen pengiriman yang menjadi bagian dari administrasi pekerjaan.
Terlebih, proyek Rehabilitasi DI Kumisik merupakan pekerjaan dengan nilai anggaran besar. Menurut FMPP, transparansi mengenai material yang digunakan menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Redaksi FAKTANOW.pro masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek, penyedia material maupun instansi terkait mengenai asal-usul U-ditch, dokumen pengiriman, serta spesifikasi material yang digunakan.
Penulis: (Nur).

Posting Komentar