51 Kepsek Baru Lampung Dilantik, Pendidikan Lampung Siap Berbenah
FAKTANOW.pro, LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung resmi melantik sebanyak 51 kepala sekolah baru untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri di berbagai kabupaten/kota, Selasa (14/4/2026). Pelantikan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pendidikan menengah sekaligus mendorong peningkatan mutu sekolah di seluruh wilayah Lampung.
Prosesi pelantikan menjadi bagian dari agenda penyegaran organisasi di lingkungan pendidikan. Selain mengisi kebutuhan kepemimpinan di sejumlah satuan pendidikan, rotasi dan penempatan kepala sekolah juga diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan sekolah, peningkatan layanan pendidikan, serta percepatan capaian prestasi akademik maupun nonakademik.
Hal tersebut disampaikan Thomas Americo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/4/2026). Menurutnya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, tetapi amanah besar yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda.
“Kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan sekolah, membangun budaya belajar yang sehat, meningkatkan disiplin tenaga pendidik, serta memastikan seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Thomas menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Para kepala sekolah yang baru dilantik diminta segera bekerja, beradaptasi, dan menghadirkan inovasi nyata di lingkungan sekolah masing-masing.
“Pelantikan ini merupakan momentum untuk mendorong kepala sekolah agar bekerja lebih baik, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta menghadirkan perubahan positif di sekolah yang dipimpin,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Selain tuntutan peningkatan kualitas akademik, sekolah juga harus mampu menyiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, serta persaingan global yang semakin ketat.
Karena itu, kepala sekolah dituntut memiliki kepemimpinan yang adaptif, profesional, visioner, serta mampu menjawab kebutuhan zaman. Kepala sekolah juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan guru, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat sekitar.
“Jabatan ini adalah amanah. Kami berharap seluruh kepala sekolah yang dilantik dapat menunjukkan kinerja terbaik, membangun budaya sekolah yang positif, dan menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kacabdin) Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, SH, M.IP., turut menyampaikan tanggapannya terkait pelantikan tersebut. Menurutnya, pergantian dan penempatan kepala sekolah merupakan bagian penting dalam penyegaran organisasi agar roda pendidikan terus bergerak dinamis.
Ia menilai kepala sekolah memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di lapangan. Oleh sebab itu, para kepala sekolah yang baru dilantik diharapkan mampu bekerja cepat, membangun komunikasi yang baik, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif.
“Kami berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri di tempat tugas masing-masing, membangun kerja sama dengan seluruh warga sekolah, serta fokus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Rodi.
Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter siswa, kedisiplinan, kebersihan lingkungan sekolah, serta kemampuan sekolah mencetak lulusan yang siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Rodi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan masyarakat. Ia menilai kemajuan pendidikan akan lebih cepat tercapai apabila seluruh unsur bergerak bersama mendukung program sekolah.
Rodi menambahkan, pada pelantikan kali ini untuk wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, dan Tanggamus, tercatat sebanyak tiga kepala sekolah yang dilantik.
Menurutnya, seluruh pelantikan di Wilayah II berasal dari Kabupaten Pringsewu, sedangkan Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus pada kesempatan ini belum terdapat kepala sekolah yang masuk dalam daftar pelantikan.
“Untuk Wilayah II, jumlah kepala sekolah yang dilantik sebanyak tiga orang, seluruhnya dari Kabupaten Pringsewu. Sementara Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus belum ada dalam pelantikan tahap ini,” jelas Rodi kepada jurnalis FaktaNow.pro.
Adapun rincian kepala sekolah dari Kabupaten Pringsewu yang dilantik yakni:
Jahara Siregar, M.Pd sebagai Kepala SMAN 1 Ambarawa.
I Made Sulatra, M.Pd sebagai Kepala SMAN 1 Pringsewu.
Musa Nurrasyid, S.Pd., M.Pd sebagai Kepala SMAN 1 Sukoharjo.
Rodi berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat segera menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan mutu pendidikan, serta membawa kemajuan bagi sekolah masing-masing.
Pelantikan 51 kepala sekolah ini tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Bandar Lampung, Metro, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Barat, Tulang Bawang, Way Kanan, Mesuji, hingga Pringsewu.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan antarwilayah. Selama ini, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan fasilitas, kualitas sumber daya manusia, serta capaian akademik antar sekolah di perkotaan dan daerah.
Dengan hadirnya pemimpin baru di masing-masing sekolah, pemerintah berharap terjadi percepatan perbaikan manajemen sekolah, penguatan pembelajaran, serta peningkatan kualitas lulusan.
Kepala sekolah diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi motor perubahan. Mereka dituntut menghadirkan inovasi pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, memperkuat kedisiplinan sekolah, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta nyaman bagi siswa.
Selain peningkatan akademik, kepala sekolah baru juga diminta memperkuat pendidikan karakter. Sekolah dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai integritas, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat kebangsaan kepada peserta didik.
Di tengah arus digitalisasi dan derasnya pengaruh media sosial, pembinaan karakter menjadi salah satu perhatian utama dunia pendidikan. Kepala sekolah bersama guru diminta aktif mendampingi siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
Untuk jenjang SMK, perhatian pemerintah juga tertuju pada kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Karena itu, kepala sekolah SMK diminta memperkuat kerja sama dengan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar.
Masyarakat pun menaruh harapan besar agar pergantian kepemimpinan di sekolah membawa perubahan nyata, mulai dari peningkatan disiplin, kualitas pembelajaran, kebersihan lingkungan sekolah, hingga prestasi siswa di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan kepemimpinan baru di 51 sekolah tersebut, Lampung menaruh optimisme lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pelantikan ini sekaligus menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas penting dalam pembangunan daerah.
Penulis: (iskandar).

