Kadistan Pringsewu Turun Langsung Basmi Hama Tikus

Kadistan Pringsewu Turun Langsung Basmi Hama Tikus
FaktaNow.pro Pringsewu, --  Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu bersama para petani terus memperkuat upaya pengendalian hama tikus melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) yang dilaksanakan di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah antisipatif untuk menekan ancaman serangan tikus yang berpotensi merusak tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II Tahun 2026.

Informasi mengenai kegiatan ini diperoleh FaktaNow.prodari unggahan media sosial resmi Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, yang kemudian disusun kembali berdasarkan prinsip Kode Etik Jurnalistik.

Sekitar 50 petani mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, M. Maryanto, M.P.t., jajaran Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gadingrejo.

Gerakan pengendalian dilakukan pada hamparan sawah seluas kurang lebih 60 hektare. Upaya ini bertujuan mencegah peningkatan populasi tikus yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman padi dan menimbulkan kerugian bagi petani.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan melalui unggahan tersebut, kegiatan pengendalian secara gotong royong berhasil menangkap sebanyak 207 ekor tikus. Hasil itu dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan meminimalkan potensi kehilangan hasil panen akibat serangan hama.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai pelaksanaan kegiatan. Dalam video yang beredar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, M. Maryanto, M. P.t., terlihat berinteraksi langsung dengan para petani di areal persawahan. Ia juga tampak ikut menggunakan pancing tikus sebagai bagian dari metode pengendalian yang dilakukan bersama masyarakat tani.

Kehadiran petugas teknis dan penyuluh pertanian di lapangan menjadi bentuk pendampingan kepada petani dalam menerapkan pengendalian hama secara serentak. Penanganan yang dilakukan secara bersama-sama dinilai lebih efektif dalam menekan perkembangan populasi tikus.

Selain menjaga hasil produksi padi, kegiatan tersebut turut memperkuat semangat gotong royong di kalangan petani. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pringsewu.

Melalui pengendalian yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan ancaman serangan hama tikus dapat diminimalkan sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen tiba. Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Gerakan pengendalian hama yang melibatkan berbagai unsur ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi dan sarana produksi, tetapi juga pada kekompakan serta partisipasi aktif para petani bersama instansi terkait dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan di daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja lapangan yang terus diperkuat, Kabupaten Pringsewu diharapkan mampu mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di tengah berbagai tantangan sektor pangan.

Penulis: (isk)